Stok Menipis, Dinkes Kota Kendari Hentikan Pelayanan Vaksinasi Tahap 1

74
Kepala Dinkes Kota Kendari, Rahmininggrum, dan Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto. (Foto Iqra Yudha/ Inilahsultra.com).

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari memutuskan untuk tidak melayani vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinkes Kota Kendari Rahmininggrum, Rabu 14 Juli 2021.

Stok dosis vaksin semakin menipis, sehingga tidak dimungkinkan untuk terus dilakukan vaksinasi tahap 1.

- Advertisement -

“Kini hanya tersedia 14. 000 dosis vaksin, dosis itu kita alokasikan untuk dosis tahap II,” katanya.

Dengan adanya dosis tersebut, tambah dia pihaknya hanya memprioritaskan untuk vaksinasi tahap ke II.

“Untuk sementara kami tidak melayani vaksinasi dosis pertama,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk mencukupi stok vaksin, bahkan Wali Kota Kendari telah memberikan surat kepada pemerintah provinsi sulawesi tenggara untuk pengadaan vaksin.

“Kami sangat berupaya dengan betul-betul dan seberapa adanya vaksin di dinkes kota Kendari itu yang kita manfaatkan semaksimal mungkin, dan kami juga menginput permohonan vaksin melalui aplikasi,” jelasnya.

Rahmininggrum menyebutkan, ada 15 puskesmas yang menyediakan vaksinasi tahap ke dua, yakni Rumah Sakit Ismoyo, Dinas kesehatan Kota kendari dan Rumah Sakit Bhayangkara.

“Rumah Sakit Bhayangkara juga masih menerima vaksinasi tahap pertama,” tuturnya.

Untuk dosis pertama hanya diberikan jika masyarakat mau melakukan perjalanan antar daerah dan membutuhkan sertifikat vaksin, dengan syarat menunjukkan tiket perjalanannya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Kapolres Kota Kendari, AKBP Didik Erfianto, bahwa di Polres Kendari juga dapat diberikan vaksinasi tahap pertama untuk keadaan darurat, misalnya mau melakukan perjalanan yang tidak bisa ditunda.

“Kami juga memberikan pelayanan vaksinasi, namun kami juga memprioritaskan vaksinasi tahap ke dua,” imbuhnya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...