Cerita Tim Penguburan Jenazah Pasien Covid di Kendari dan Hadirnya Bantuan PKB Sultra

73
Ketua PKB Sultra Jaelani memberikan bantuan kepada petugas pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Kendari, Inilahsultra.com – Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan, petugas pemulasaran jenazah dan penguburan pasien Covid-19 juga tengah sibuk-sibuknya di tengah pandemi ini.

Dibandingkan dengan hari biasa, angka kematian mengalami kejadian di tengah pandemi ini. Apa yang mereka dikebumikan dengan protokol Covid.

- Advertisement -

Bahkan dalam sehari, tim memakamkan pasien Covid lebih dari lima orang.

“Dibanding dengan hari biasa sebelum pandemi, pemakaman di masa pandemi ini cukup tinggi,” kata Arfin (40) salah satu tim penguburan pasien Covid di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka kepada tim DPW PKB Sultra, Rabu 4 Agustus 2021.

Arfin bilang, dengan jumlah warga yang meninggal, menambah beban kerja mereka. Bahkan tim yang menemukan 30 orang itu harus menggali dan memakamkan jenazah hingga malam hari.

Akibat beban kerja ini, juga dapat berdampak pada kondisi tubuh mereka. Untuk itu, merekakhusus atas segala bantuan yang diberikan oleh semua pihak, ter pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang datang langsung di TPU Punggolaka.

“Terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Terima kasih kepada PKB, ketua Muhaimin Iskandar dan pak Jaelani. Semoga bantuan ini mendapat balasan yang setimpal,” katanya.

Ia menyebut, ke 30 tim penguburan di TPU Punggolaka itu di antaranya, Iwan, Al Ashar, Herman, Syarif, Adman, Andri, Lamindaha, Harun, Misbar, Halim, La Polu dan La Kuhe.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sultra Jaelani mengatakan, petugas penguburan dan pemulasaran jenazah di RSUD Bahteramas Kendari juga merupakan bagian dari garda terdepan penanganan pandemi ini.

“Akhir-akhir ini, beban kerja tim pemulasaran dan penguburan ini bertambah seiring peningkatan kasus meninggalnya pasien Covid. Untuk itu, mereka perlu diberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kita atas kerja-kerja kemanusiaan ini,” kata Jaelani yang turut mendistribusikan bantuan sembako kepada petugas pemulasaran jenazah di RSUD Bahteramas Kendari dan penguburan di TPU Punggolaka.

Ia melanjutkan, cerita dari tim pemulasaran dan penguburan pasien Covid ini bagian dari kisah pilu di tengah pandemi mewabah di Bumi Anoa.

“Kita sangat sedih sekali banyak pasien yang harus terinfeksi Covid meninggal dunia. Hal ini menjadi peringatan bagi kita semua pentingnya pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah ini,” jelasnya.

Ia menuturkan, bantuan yang diberikan PKB ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dalam kolaborasi kemanusiaan. Sudah saatnya semua pihak berkolaborasi dan saling mengingatkan agar terus menerapkan protokol kesehatan.

“Ini tidak ada urusannya dengan politik. Sebab, dalam pandangan politik PKB sebagaimana sering GusDur (KH Abdurrahman Wahid), bahwa yang lebih penting dari politik itu adalah kemanusiaan. Politik itu ada momentumnya, tapi rasa kemanusiaan itu tidak terbatas ruang dan waktunya. Hal ini lah yang selalu ditanamkan kepada seluruh kader PKB,” tegasnya.

Dalam pendistribusian logistik ini, kata Jaelani, melibatkan mahasiswa dan anak-anak muda milenium. Tujuannya agar mereka memiliki sensitifitas terhadap masyarakat di sekitarnya.

“Kita ingin yang muda-muda ini terpanggil dan terketuk hati dengan situasi di sekitarnya. Kami mengajak mereka ikut berkolaborasi untuk saling membantu. Itu poin utamanya melibatkan generasi muda,” pungkas pria akrab yang disapa Bang Jay ini.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...