Bersertifikat Sejak 1981, Mantan Wagub Sultra Pastikan Tanah yang Diserobot Miliknya

113
H. Yusran A Silondae.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Yusran A Silondae menilai perusahaan properti di Kota Kendari yaitu Maxcell melakukan penyerobotan lahan atau tanah miliknya di Jalan Mekar Jaya, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

-Advertisements-

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Sultra menjelaskan, dirinya membeli tanah yang dimaksud sebanyak tiga kapling dengan luas 3,7 hektare.

“Sudah lama saya beli itu tanah sejak tahun 1980 dan keluar sertifikat pada tahun 1981. Semua lengkap legalitasnya, ada akta jual beli, ada kwitansi, buku tanah dan ditandatangani oleh pemerintah setempat pada saat itu masih pemerintah kabupaten Kendari,” jelas
H. Yusran A Silondae, Rabu, 11 Agustus 2021.

Pada dasarnya, kata Yusran di atas tanah miliknya ada titik koordinat, karena pernah dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendari pada waktu itu.

“Di situ ada titik koordinat sehingga tidak bisa digeser atau pun semancamnya. Saya memiliki dokumen lengkap atas kepemilikan tanah tersebut, mulai dari sertifikat, saksi-saksi dalam pembelian tanah. Bahkan yang mengukur tanah alhamdulilah sampai saat ini masih sehat, namun sudah pensiun,” jelasnya.

Yusran mengaku kaget ketika melintas di jalan mekar melihat ada penggusuran di atas tanah miliknya. Sementara dirinya tidak pernah memberikan kepada siapa pun tanah tersebut.

“Lahan itu tidak pernah kita berikan kepada siapapun baik dalam bentuk
beli, wakaf atau hibah itu tidak pernah,” tegasnya.

Yusran mengaku mendapat informasi ternyata pihak perusahaan properti yaitu Maxcell yang melakukan pengusuran. Untuk itu, Yusran menyarankan kepada pihak Maxcell Kendari untuk menghentikan pembangunannya di lahan miliknya, karena dapat merugikan perusahaan tersebut.

“Baiknya dia (Maxcell) ambil kembali uangnya kepada orang menjual tanah tersebut dan menghentikan pembangunannya, karena dapat menambah kerugiannya,” ujarnya.

Yusran mengaku tidak tahu menahu kenapa terbit sertifikat di atas tanah miliknya yang sudah bersertifikat. Menurutnya, BPN Kendari kurang cermat dalam menerbitkan sertifikat.

“Dia itu (Maxcell) membeli tanah yang bersertifikat diterbitkan tahun 2007, sementara saya memiliki sertifikat sejak 1981. Seharusnya BPN teliti baik-baik dalam penerbitan sertifikat tanah miliknya dan seharusnya BPN memanggil saya selaku pemilik tanah,” tutupnya.

Sementara itu, pihak Maxcell Kendari angkat bicara soal dugaan penyerobotan lahan mantan Wakil Gubernur Sultra, H. Yusran A. Silondae.

Pengawas lapangan perumahan Maxcell Kendari, Steven menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penyerobotan. Pasalnya, pihaknya resmi membeli tanah bersertifikat. Bukan hanya itu, dalam pembelian tanah tersebut pihaknya melibatkan notaris dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami pastikan, membeli tanah yang bersertifikat dan tidak bermasalah,” kata Steven saat dikonfirmasi belum lama ini.

Kemudian Kepala Seksi Pengukuran BPN/ATR Kota Kendari, Hendras Budi Paningkat menerangkan, pihaknya bakal mengkonsolidasikan seluruh pihak terkait termasuk warga yang bermukim di lahan Yusran Silondae guna mencari solusi terbaik.

Sedangkan terkait dugaan penyerobotan lahan, Hendras Budi menyatakan tidak ada indikasi persoalan itu, sebab, lahan mereka berbatasan.

“Jadi indikasinya tidak ada, karena lahannya memang sertifikatnya berbatasan. Karena baik Maxcell dan Pak Yusran datanya itu ada di BPN,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya bakal melakukan pengolahan data, sebab katanya, saat ini lahan Yusran Silondae sudah jadi tempat pemukiman warga.

“Jadi secara fisik di lapangan kabur tapi secara data ada, itu nanti kita akan atur. Kedua belah pihak nanti kita pertemukan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...