UHO Berumur 40 Tahun, Semakin Maju dan Berkembang

63
Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu saat memimpin upacara Dies Natalis ke-40 UHO secara live zoom di Gedung Sport Centre UHO.

Kendari, Inilahsultra.com – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari memasuki usia 40 Tahun pada 19 Agusutus 2021 dan menggelar upacara Dies Natalis secara live Zoom di Gedung Sport Centre UHO.

Rektor UHO Prof. Muhammad Zamrun mengatakan Dies Natalis UHO yang ke 40 di bulan Agustus ini sangat berarti bagi perguruan tinggi yang dipimpinnya itu, dan juga seluruh masyarakat Indonesia.

- Advertisement -

“Yang pertama tentu saja bagi seluruh masyarakat Indonesia, bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan yang selalu diperingati hari ulang tahun Indonesia pada tanggal 17 Agustus, dan tahun ini masuk yang ke-76. Dan juga Universitas Halu Oleo berulang tahun pada tanggal 19 Agustus di tahun ini,” kata Rektor UHO Prof. Muhammad Zamrun.

Melalui momentum dies natalis yang ke-40 ini, orang nomor satu di UHO ini mengajak agar tetap berkontribusi terhadap UHO untuk memajukan dan membangun keunggulan di universitas negeri terbesar di Sultra ini.

“Kalau sendiri juga tidak bisa, wakil rektornya cuman empat, dekannya cuman 17 belas. Sementara kita harus membangun universitas ini dengan baik, yang sangat besar dan sangat luas. Jadi butuh kerja sama. Mari kita bersatu membangun UHO ini melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga kontribusi UHO semakin nyata dimasa yang akan datang,” harapnya.

Sebagai kampus terbesar di Sultra, tentu saja banyak menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat.

“Insya Allah pada saat ini bukan masyarakat Sultra saja tapi sudah menjadi tujuan bagi seluruh masyarakat yang ada di kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Zamrun berharap agar kedepannya Universitas Halu Oleo semakin maju dan berkembang, sehingga memberikan pelayanan yang prima, pelayanan maksimal khusunya di bagian pendidikan tinggi bagi masyarakat di Sultra.

“Banyak hal yang sudah kita kerjakan, artinya bukan cuman rektor saja yang kerjakan, tapi semua warga Universitas Halu Oleo yang bekerja bersatu padu untuk memajukan UHO ini,” ucapnya.

Selanjutnya, dibagian pengembangan akademik di bawah naungan Wakil Rektor I yang terus memberikan pelayanan yang baik bagi seluruh stakeholder mahasiswa dan dosen tenaga kependidikan dan juga masyarakat luar yang ada di Sultra.

“Kita mencoba memberikan layanan yang maksimal, salah satu hal yang kita lihat adalah bagaimana membuat akreditasi program studi yang ada di UHO semakin hari semakin bagus,” jelasnya.

Suasana upacara Dies Natalis UHO secara live zoom.

Rektor dua periode ini mengungkapkan, banyak hal yang sudah dikerjakan, perubahan paradigma, akreditasi perguruan tinggi maupun program studi, yang dulunya A,B,C, sekarang berubah menjadi baik, baik sekali, dan unggul. Sehingga, pihaknya harus menyesuaikan dengan perubahan itu dengan peraturan perandegritas nasional perguruan tinggi.

“Sehingga kita di UHO mencoba mengadopsi itu dengan membuat peraturan turunan bagaimana proses akreditasi yang ada di UHO,” terangnya.

Dari 111 program studi yang ada di UHO, mulai dari D3 sampai dengan S3 , yang terakreditasi A sekitar 26, untuk akreditasi “Unggul” terdapat 3, terakreditasi “B” terdapat 63, akreditasi “Baik Sekali” terdapat 2, sedangkan yang terakreditasi Baik terdapat 4 prodi, dan C sebanyak 8 prodi.

“Artinya apa, sebenarnya kan didalam pengisian bidang program studi, itu semua berisi layanan, layanan tridharma semuanya dinilai di situ. Jadi misalnya pendidikannya bagus, penelitiannya bagus, pengabdiannya kepada masyarakat bagus, serta penunjang yang lainnya bagus, yakin dan percaya akreditasi program studi dan akreditasi institusi kita akan semakin bagus.

Kemudian, Zamrun menyampaikan bahwa dimasa pandemi ini, hampir semua aktivitas perkuliahan di UHO dilaksanakan secara daring, dan memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya melalui blender learning dengan menggunakan fasilitas pada sistem pembelajaran daring yang ada di UHO.

“Insya Allah dengan adanya itu, semua kita bisa melaksanakan, untuk itu butuh kerja sama dan butuh pemahaman kita semua,” ujarnya.

Bahkan kegiatan yang dilakukan pihak UHO setiap tahun yakni penerimaan mahasiswa baru dan hampir semua dilakukan denga secara Online dengan memanfaatkan teknologi dan informasi.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini telah selesai proses penerimaan mahasiswa baru, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, sampai dengan Seleksi Mandiri,” tandasnya.

Untuk pengisian data di UHO, pihaknya meminta kepada seluruh mahasiswa maupun dosen agar selalu mengisi data dengan sebaik-baiknya dan berdasarkan fakta.

“Kita sudah memanfaatkan teknologi informasi, untuk itu isilah data sebaik-baiknya, tidak usah dikurang-kurangi ataupun ditambah. Kita sekarang semua bekerja berdasarkan data saja,” urainya.

Menurutnya, salah satu yang harus dipahami bahwa setiap tahun UHO berusaha meningkatkan publikasi ilmiah. Dimana kata dia, komunikasi masyarakat ilmiah itu komunikasi bisa melalui publikasi. Olehnya itu, dirinya yakin publikasi ilimiah ke depan makin baik.

Para peserta upacara yang kebanyakan dari kalangan dosen, mengikuti upacara dies natalis ke -40 UHO melalui Via Zoom.

Hal itu terlihat untuk yang internasional saja baru Agustus 2021 sudah punya hampir 300 dibandingkan tahun lalu yang sampai Desember cuman 200.

“Ini menunjukkan peningkatan yang sangat bagus dan saya sebagai pimpinan universitas halu oleo kami berusaha memberikan semacam reward walaupun tidak terlalu besar,” bebernya.

Dibidang penelitian, disamping yang diberikan oleh Dikti, UHO juga mencoba menyemangati para dosen muda untuk berinovasi memberikan gagasan, membuka gagasan idenya, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.

Kemudian, Zamrun menyebutkan, bahwa berdasarkan data mahasiswa UHO sebanyak 40.000, dan yang terbanyak ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sekitar 7.000 an. Jadi hampir 25 persen mahasiswa UHO ada di FKIP.

Selanjutnya, diantara hampir 40.000 mahasiswa di UHO, penerima beasiswa dan UKT nol serta UKT satu hampir mencapai 11.000. Dalam artian bahwa yang kuliah di Universitas Halu Oleo hampir 30 persen gratis.

“Hampir 30 persen kuliah di UHO gratis, karena semua mendapatkan beasiswa, diantara jumlah mahasiswa kita sebanyak 40.000,” tuturnya.

Kuota Bidikmisi atau KIP kuliah di UHO tidak sampai mencapai 2.000, tetapi pelamar yang lulus di UHO adalah 4.000-an, sehingga ini memberikan kerumitan bagi pihak UHO untuk menyeleksi dalam penerimaan Bidikmisi atau KIP (Kartu Indonesia Pintar).

“Kalau kita mendapatkan kuota dari kementerian sebanyak 4.000, ya kita tenang-tenang aja, tetapi kita hanya diberikan kuota sebanyak 2.000, jadi kita harus memilih yang betul-betul sesuai dengan kriteria,” katanya.

Kemudian UHO akan menggenjot prestasi-prestasi bagi mahasiswa, baik prestasi akademik maupun non akademik.

“Kami meminta kepada pembina kemahasiswaan untuk bisa meningkatkan prestasi mahasiswa baik itu PIMNAS, Siminas, kemudian lomba robot, lomba olahraga, dan lain sebagainya, kami akan mencoba memfasilitasi itu,” imbuhnya. (Adv)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...