La Bakry Minta Cita Rasa Kuliner Buton Perlu Dijaga

46
Bupati Buton La Bakry saat membuka pelatihan inovasi dan higienitas kuliner di destinasi wisata Lapasarwajo Home Stay, Senin 23 Agustus 2021.
Bacakan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Buton menggelar pelatihan inovasi dan higienitas kuliner di destinasi wisata Lapasarwajo Home Stay, Senin 23 Agustus 2021. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata.

-Advertisements-

Menariknya, pelatihan ini mendatangkan chef berstandar internasional sebagai pemateri yakni dari Batam Tourism Politeknik (BTP) dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

Bupati Buton La Bakry mengapresiasi terobosan pelatihan seperti tersebut. Selain itu, juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Pariwisata RI dalam pengembangan sektor pariwisata di daerah penghasil aspal alam terbesar di dunia ini.

“Saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Plt. Kadis Pariwisata dan seluruh jajaran, tentu saja dengan Kementerian Pariwisata RI yang terus mensupport dan mendukung Kabupaten Buton dalam mengembangkan sektor pariwisatanya,” tutur Ketua Bapera Sultra ini.

La Bakry mengatakan, meski saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, pengembangan sumber daya manusia tidak boleh berhenti hingga menunggu pandemi Covid-19 selesai.

Ketua DPD Partai Golkar Buton ini menambahkan, jika konsumen sudah terwakili terhadap rasa yang diinginkan, maka konsumen itu akan bercerita kepada teman-teman lainnya tentang cita rasa kuliner yang dikunjunginya.

“Di Kabupaten Buton memang sudah ada kuliner-kuliner khas, tapi parende saja dalam satu tempat dengan tempat lain masih beda-beda rasa sehingga kegiatan ini dilakukan agar menjaga konsistensi rasa dan cita rasa dari kuliner itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kadis Pariwisata Rusdi Nudi mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh 40 pelaku usaha kecil yang tersebar di Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Wabula.

“Pelatihan bagi pelaku usaha kuliner ini sangat penting untuk memahami standar sajian dan higienis kuliner di tempat usahanya karena kuliner merupakan pendukung utama layanan destinasi wisata,” katanya.

Pada tahun 2020 lalu, lanjut dia, pihaknya sudah menggelar pelatihan kuliner membahas terkait konsep mengenai cara mengelola kuliner dengan baik.

“Kegiatan ini adalah yang kedua kali. Pelatihan yang lalu itu temanya hanya kuliner saja. Kita bicara secara materinya itu. Waktu itu belum ada praktek. Jadi kita masih menanamkan konsep-konsep bagaimana mengelola kuliner yang baik, bagaimana membuka usaha kuliner yang baik,” ungkapnya.

Sementara pelatihan kali ini, lanjut Rusdi, fokus pada praktek membuat makanan khas Indonesia dan makanan orang asing. Kemudian akan dibentuk perwakilan masing-masing kelompok masakan.

Dia berharap, peserta pelatihan fokus dalam mengikuti kegiatan agar dapat memahami standar sajian dan higienis makanan yang telah diajarkan dan mampu mengimplementasikannya di tempat usahanya masing-masing.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...