Petani Resah, Pupuk Subsidi Langka Saat Musim Tanam Kedua

52
Rapat koordinasi dan evaluasi updating RDKK tingkat Kota Baubau di aula Kantor Dinas Pertanian Baubau, Senin 23 Agustus 2021.
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com – Kelangkaan pupuk pada musim tanam kedua padi tahun 2021 ini membuat sejumlah petani di Kota Baubau resah. Hal ini diakibatkan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan jumlah pupuk yang dibutuhkan para petani.

-Advertisements-

Berdasarkan data, alokasi pupuk subsidi yang menjadi jatah Kota Baubau tahun ini jauh berbeda jika dibanding dengan jumlah yang diusulkan petani.

Dimana, usulan pupuk Urea sebanyak 355,59 ton, alokasi hanya 355 ton. Usulan pupuk jenis SP-36 sebanyak 73,68 ton, alokasi hanya 20 ton. Usulan pupuk jenis ZA usulan 110,34 ton, alokasi hanya 30 ton.

Kemudian, usulan pupuk jenis NPK usulan sebanyak 1.296,36 ton, alokasi hanya 650 ton. Dan usulan pupuk jenis organik sebanyak 302,17 ton, alokasi hanya 25 ton. Jenis-jenis pupuk ini untuk tanaman pajale (padi, jagung dan kedelai).

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mulya Jaya asal Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi La Suheli menuturkan, para petani resah akibat kelangkaan pupuk subsidi dari pemerintah tersebut.

Bagaimana tidak, usia padi pada musim tanam kedua ini sudah berusia 55 hari tetapi belum disentuh pupuk sama sekali.

“Harusnya pada usia (55 hari) ini sudah dua kali pupuk. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena pupuk langka ini. Bisa-bisa padi ini mati kalau tidak cepat dapat pupuk,” tuturnya saat menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi updating RDKK tingkat Kota Baubau di aula Kantor Dinas Pertanian Baubau, Senin 23 Agustus 2021.

La Suheli mengaku jika keluhan-keluhan tersebut telah lama dan berulang kali disampaikan ke Dinas Pertanian Kota Baubau, namun hanya sebatas dijanji untuk penyaluran pupuk subsidi itu.

Sementara itu Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Baubau Sitti Hasina Monianse mengakui jika pembatasan jumlah pupuk subsidi dari pemerintah pusat menimbulkan gejolak dan masalah dikalangan petani.

“Solusi satu-satunya, pupuk subsidi yang jumlahnya terbatas itu akan dibagi rata untuk semua petani meskipun tidak sesuai jumlah yang diusulkan dan para kelompok tani sudah sepakat (untuk bagi rata). Harapan kami langkah ini dapat mengatasi masalah petani walaupun memang belum dapat menyelesaikan seluruh masalah petani berkaitan pupuk subsidi,” tandas Sitti Hasina Monianse.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...