Tingkatkan PAD Lewat Restribusi Izin, DPRD Konsel KAD di Konut dan Morowali

14
Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo bersama anggota lainnya, melakukan KAD di Kabupaten Morowali, Sulteng.

Andoolo, Inilahsultra.com – Dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan Kajian Antar Daerah (KAD) di tiga daerah.

Tiga kabupaten itu diantaranya, kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra), Konawe Utara (Konut). Sedangkan di luar Sultra, anggota legislatif itu berkunjung di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone dan Kabupaten Morowali.

- Advertisement -

Di Konut, belasan anggota DPRD itu diterima langsung oleh Ketua dan Anggota DPRD Konut.

Materi yang dikaji DPRD Konsel yakni penerapan peraturan daerah tentang pajak retribusi bongkar muat di Konut. Dilanjutkan dengan tukar pendapat berkaitan dengan (kesejahteraan) anggota dewan.

Setelah KAD di Konut, para wakil rakyat itu melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Setelah tiba di Morowali, rombongan Dewan Konsel yang dipimpin oleh Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo bersama unsur pimpinan dan anggota, diterima oleh Ketua Bapemperda DPRD Morowali bersama anggota,  Kepala Dinas Nakertrans dan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Morowali.

Di hadapan penyelenggara pemerintahan Kabupaten Morowali itu, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo menjelaskan jika Konsel adalah urutan kedua dengan jumlah penduduk di Sultra terbanyak setelah Kota Kendari. Secara geografis pun terluas di bumi Anoa.

Bicara Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) lanjut Irham, Konsel cukup memiliki itu.

Walau begitu, Irham blak-blakan membeberkan jika PAD Konsel tidak signifikan dengan potensi tersebut, sehingga pihaknya memilih Kabupaten Morowali sebagai daerah kunjungan kajian berkaitan dengan penerapan pajak retribusi dibidang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan retribusi lainnya yang dapat mendorong PAD.

“Jujur saja kami masih kesulitan mencari pendapatan. Karena Konsel ini dekat dengan kota provinsi, banyak pegawai yang tinggal di Kendari sehingga perputaran uang kebanyakan di Kendari, ini salah satu persoalan kami. Olehnya itu, kami berharap bapak ibu bisa memberikan kami referensi terkait retribusi, atau kiat-kiat yang bisa menghasilkan pendapatan daerah,” pinta Irham Kalenggo yang juga Ketua DPD II Golkar Konsel ini.

Menanggapi itu, Ketua Bapemperda Kabupaten Morowali, Saharudin menerangkan, terkait IMTA, pemerintah Morowali telah membuat Perda sejak 2014 dan diperbaharui pada tahun 2020. Dalam perjalanannya, nanti di tahun 2018 baru dimulai penerapannya.

“Jadi kita baru tahu sudah sampai 80 – 10 ribu yang bekerja tenaga asing, sehingga kami membentuk pansus yang bertugas melakukan penagihan terhadap pajak penghasil tenaga kerja asing di 2018 sampai sekarang, tapi kami tidak hanya fokus di orang asing, tapi pada retribusi lain juga,” bebernya.

Dikuatkan Kepala Dinas Pendapatan Morowali, Harsono Lamusa, bahwa dalam melakukan upaya peningkatan PAD, Pemda dan DPRD harus bersinergi bagus. Banyak sektor yang dapat dijadikan sumber PAD.

Di Morowali sendiri, lanjut dia, pemerintah telah memungut pajak penghasilan tenaga kerja asing senilai 14 juta per orang.

Tahun pertama memungut pajak penghasilan TKA, pihaknya menarget Rp 10 miliar, tapi tembus Rp 26 miliar, tahun berikutnya menarget Rp 70 miliar, realisasinya Rp 76 miliar.

“Sekarang ini PAD Morowali secara keseluruhan sektor sudah sampai Rp 400 miliar pertahun. Morowali kebanjiran investor, sampai kami kebingungan mau cari di mana tempat. Jadi semua soal teknis dan sinergi DPRD dan Pemda. DPRD melindungi melalui payung hukum lalu mengawasi, Pemda mengeksekusi itu,” jelasnya.

PAD khusus IMTA, lanjut dia, penggunaan dananya diperuntukan membina warga Morowali non skill menjadi berskill. Tidak punya usaha menjadi punya usaha.

“Jadi uangnya kita kembalikan untuk masyarakat, memang kalau tahap pertama kerja TKA, pajaknya kementerian yang ambil, nanti kedua baru daerah. Saya sarankan kalau teman-teman DPRD Konsel tertarik dan serius, silahkan datang lagi ke sini bawa dinas-dinas terkait, supaya secara teknis bisa kita rumuskan, pulang langsung diterapkan,” tuturnya.

Diakhir kajian, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo mengucapkan terima kasih atas penyambutan dan referensi yang diberikan. Pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan Pemda Konsel berkaitan dengan hasil KAD di Morowali.

Editor : Rido

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...