Dikmudora Kendari : Surat Pernyataan Orang Tua Siswa Ditarik Pihak Sekolah

197

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari meminta pihak sekolah untuk menarik surat pernyataan orang tua siswa yang tidak boleh mengambil tindakan hukum apapun kepada sekolah dan instansi terkait apabila ada efek samping dari vaksin.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin mengatakan, surat pernyataan tersebut dibuat salah satu sekolah di Kota Kendari, tapi semua itu sudah ditarik kembali pihak sekolah.

- Advertisement -

“Setelah kami rapat kemarin, saya langsung sampaikan untuk tarik pernyataan tersebut dan sudah tidak berlaku lagi, karena meresahkan. Vaksinasi ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama dan tidak bisa dilimpahkan hanya kepada orang tua siswa semua,” kata Muchdar Alimin saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Jumat 27 Agustus 2021.

“Kita menyarankan kepada pihak sekolah, kalau mengeluarkan pernyataan tanggung jawab kita bersama dengan orang tua siswa pihak sekolah dan pemerintah kota,” tambahnya.

Muchdar menegaskan, Dinas Pendidikan tidak pernah meminta sekolah untuk membuat penyataan yang bertuliskan orang tua tidak boleh mengambil tindakan hukum apapun kepada sekolah dan instansi apabila ada efek samping dari vaksin.

“Kami juga di dinas tidak pernah memberikan intruksi pernyataan seperti itu. Kecuali pernyataan kesediaan orang tua terhadap pembelajaran tatap muka di sekolah untuk anaknya,” tegasnya.

Terkait vaksin ini, Muchdar mengatakan, tidak ada paksaan untuk anak sekolah melakukan vaksinasi, karena ini hanya sebatas imbauan sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

“Tidak ada paksaan dan Ini kami hanya himbauan sebelum tatap muka siswa divaksin dulu supaya terproteksi kesehatannya. Jangan sampai ada yang terpapar Covid-19, karena gurunya sudah vaksin,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau anak sekolah yang tidak vaksin tetap mengikuti proses belajar daring atau online. Tapi dilihat juga kondisi kesehatannya.

“Kalau tidak divaksin tetap diberikan haknya. Tapi kita lihat dulu kondisi kesehatannya, kalau dia sakit dan membahayakan dirinya maka belajar online dan kalau kondisinya baik dan sehat tetap belajar tatap muka,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengimbau, kepada semua sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Kendari bijak dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan untuk orang tua siswa agar tidak menjadi kegaduhan di masyarakat.

“Mohon kerja sama semua pihak sekolah untuk tidak mengambil tindakan sendiri dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Pihak sekolah harus berkoordinasi degan dinas pendidikan yang mempunyai otoritas di Kota Kendari,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...