Mengaku Mampu Gandakan Uang Secara Gaib, Dukun Gadungan di Konsel Ditangkap

84
Tersangka S bersama barang bukti yang diamankan Ditreskrimum Polda Sultra.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) ungkap kasus penipuan dengan modus menggandakan uang secara gaib.

-Advertisements-

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, tersangka berinisial S (50) warga Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

“Penarikan uang gaib, tersangka menjalankan dengan cara ritual dan meminta sejumlah uang kepada korban untuk ritual,” kata Ferry Walintukan, Kamis, 9 September 2021.

Kasus penipuan modus penggandaan uang dengan acara gaib, Polda Sultra mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak 1.000 lembar, 2 alat meditasi, 3 buah pelepah pisang, 1 sisir pisang untuk sesajen dan 1 lembar kain kafan.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum, AKBP Bambang Wijanarko menceritakan, sejak tahun 2016 tersangka menawarkan dan bercerita kepada beberapa korbannya bahwa tersangka memiliki kemampuan menarik uang gaib dengan menjalankan ritual.

“Tahun 2016 terjadi penyerahan uang sampai dengan awal 2018, namun tidak ada juga hasil yang dapat ditunjukkan oleh tersangka. Maka tersangka menemui korban lainnya, meminta bantuan untuk dicetakan uang palsu pecahan 100 ribu,” jelas Bambang Wijanarko.

Uang palsu pecahan 100 ribu diprint dengan alasan uang tersebut akan digunakan sebagai sarana untuk menarik uang gaib. Setelah uang itu di print tahun 2018, kemudian diserahkan kepada tersangka.

“Keesokan harinya, uang itu dibuatkan galian dan dibakar dengan alasan nanti akan menarik uang aslinya. Namun uang palsu yang dibakar itu sebagian saja, uang lainnya akan digunakan untuk mengelabui korbannya yang tahun 2016,” ungkapnya lagi.

Kemudian, para korban dikumpulkan di gubuknya (tempat ritual). Lalu tersangka menunjukkan di lantai 2 gubuk ada tumpukan kardus rokok gudang garam 8 buah. Di atas kardus, uang palsu ditumpuk dan akan di ritualkan kembali.

“Selanjutnya, tersangka memberikan kardus dikatakannya berisi uang diserahkan kepada korban. Para korban diminta untuk membuat banker di rumah masing-masing, kardus disimpan dalam baker menunggu petunjuk dari tersangka,” ujarnya.

Karena sudah terlalu lama, salah satu korban berinisiatif untuk membuka kardus tersebut. Setelah dibuka, di atas ada uang palsu 100 ribu dan di dalam kardus ada ale-ale, teh kotak serta sebagian isi dalam kadus itu adalah rumput-rumput kering ditutupi dengan uang palsu pecahan 100 ribu.

“Korban komplain kepada tersangka. Tersangka berdalih bahwa belum waktunya kardus itu dibuka, kenapa dibuka akhirnya palsu itu,” bebernya.

Merasa tertipu, korban melaporkan tersangka S ke Ditreskrimum Polda Sultra, Selasa, 7 September 2021. Keesokan harinya, tersangka berhasil ditangkap di sebuah gubuk di tengah sawah.

“Saat kami melakukan penggeledahan disebuah gubuk yang dijadikan tempat ritual praktek penarikan uang gaib, di sana kita kumpulkan semua barang bukti,” tuturnya.

Diakhir wawancara, ia menambahkan, saat ini korban yang sudah terdata sebanyak 14 orang. Dari 14 korban, baru 8 orang yang sudah dimintai keterangan.

“Dari delapan korban ini, total kerugian Rp 237.800.000, kami masih menunggu 6 korban lainnya. Tadi malam kami melakukan pengembangan, kami mengamankan barang bukti laptop dan printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu. Jadi, barang buktinya komplit,” tutupnya.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...