Mahasiswa Warning Polisi : Kasus Kematian Yusuf Kardawi Belum Tuntas

95
Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Randi-Yusuf membentuk formasi mozaik gambar Randi-Yusuf di Jalan Abdullah Silondae, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu, 25 September 2021.

Kendari, Inilahsultra.com – Mahasiswa yang tergabung dalam keluarga Randi-Yusuf beri warning kepada pihak kepolisian dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dua tahun tewasnya Muhammad Yusuf Kardawi, hingga saat ini belum juga dituntaskan oleh kepolisian.

- Advertisement -

Kemarin, Sabtu, 25 September 2021 sekira pukul 04.00 – 20.30 WITa, massa aksi dari keluarga Yusuf-Randi kembali turun ke jalan untuk mengenang kematian almarhum Randi-Yusuf.

Ratusan mahasiswa berpakaian hitam jalan beriring-iringan dari Universitas Halu Oleo Kendari menuju MTQ.

Kemudian massa aksi long march menuju ke Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. Dimana tempat tersebut Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi meninggal dunia.

Penanggung Jawab Aksi, Tison mengatakan, mahasiswa yang tergabung dalam aksi kemarin, kurang lebih 500 orang. Kata dia, ditempat meninggalnya Randi-Yusuf mahasiswa melakukan aksi teatrikal.

“Kami juga membaca puisi dan membentuk formasi mozaik gambar Randi-Yusuf, bakar lilin dan doa bersama serta nonton film dokumenter meninggalnya Randi-Yusuf ,” kata Tison kepada Inilahsultra.com.

Gerakan yang dibangun kemarin, lanjut Tison, ada dua poin. Pertama, agar masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara mengetahui bahwa kasus kematian Muhammad Yusuf Kardawi belum selesai.

“Kemudian, kami juga memberikan warning kepada Polda Sultra bahwa kami tidak pernah diam, sampai kasus meninggalnya Muhammad Yusuf Kardawi dituntaskan,” tegas Tison.

Sekedar mengingatkan kembali, mahasiswa Universitas Halu Oleo Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia saat demonstrasi di gedung DPRD Sultra terkait aksi penolakan revisi Undang-Undang (RUU) KPK dan RUU KUHP.

Randi, mahasiswa perikanan semester 7 kena tembak bagian dada pada Kamis, 26 September 2019. Mahasiswa perikanan semester 7 itu, sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Ismoyo Kendari sekira pukul 16.18 WITa oleh sejumlah temannya. Hanya saja, nyawanya tidak bisa diselamatkan karena peluru menembus dada kanannya.

Selain korban meninggal, salah satu mahasiswa Teknik UHO Kendari bernama Muhammad Yusuf Kardawi mengalami kritis setelah kepalanya diduga dihantam benda tumpul.

Yusuf Kardawi sempat dilarikan di Rumah Sakit dr Ismoyo. Namun korban mengalami pendarahan hebat di kepala. Sehingga dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas Kendari karena mengalami pendarahan hebat di kepala dan tidak sadarkan diri.

Yusuf Kardawi sempat menjalani operasi dan mengalami masa kritis di ruang ICU. Keesokan harinya, Yusuf Kardawi dikabarkan meninggal dunia, Jumat, 27 September 2019 sekira pukul 04.05 WITa.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...