Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Sultra Gelar Seminar Bahasa dan Hukum

12
Penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prov. Sultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Badan pengembangan dan pembinaan Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan Seminar Bahasa dan hukum yang bertema “linguistik forensik menuju Indonesia Sehat dan tangguh”, di salah satu Hotel Kota Kendari, Kamis 14 Oktober 2021.

Kegiatan seminar tersebut, juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi.

- Advertisement -

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sultra, Herawati dalam sambutannya mengatakan, kerjas ama ini merupakan salah satu bukti sinergitas yang terjalin antara para pemangku kepentingan Sultra khususnya dengan pihak Kepolisian Daerah Sultra.

“Kegiatan ini merupakan bagian perayaan bulan bahasa dan sastra tahun 2021 dengan tema berbahasa sehat Indonesia tangguh,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal itu, tema seminar ini ialah linguistik forensik menuju Indonesia sehat dan tangguh.

“Topik ini sangat erat kaitannya dengan penggunaan bahasa terutama di media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan pemaknaan dalam berkomunikasi, khususnya di media sosial.

“Mari kita terapkan Trigatra bahasa, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sultra, Irjen. Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan penandatanganan ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama dengan tujuan meningkatkan sinergitas dan kebersamaan.

“Kami di kepolisian sangat berkepentingan dengan Badan Bahasa ini, dalam melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan saksi ahli yg sering kita hadapi,” ucapnya.

Tujuan diadakannya bentuk kerja sama ini ialah dalam rangka pelaksanaan tugas kepolisian dan insan negara lainnya, dalam mendukung bahasa terhadap proses penegakan hukum sehingga dapat memperlancar masyarakat mencari keadilan.

“Tentunya hal tersebut membantu pihak kepolisian dalam menegakkan hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman pada masyarakat. Kami harapkan ke depan akan lebih banyak lagi tentang layanan kebahasaan di Indonesia khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...