Dugaan ‘Mafia’ Proyek, KPK Dikabarkan Bakal Masuk di Mubar

Aliansi Mahasiswa Menggugat Laworo (AMLM) saat melakukan demonstrasi di Kantor ULP Setda Mubar beberapa waktu lalu.
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com – Dugaan ‘mafia’ proyek di Kabupaten Muna Barat (Mubar) masih terus menjadi teka teki oleh Aliansi Mahasiswa Laworo Menggugat (AMLM). Pasalnya, sampai saat ini belum ada titik terang dari para penegak hukum.

Dugaan ‘mafia’ lelang proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah Muna Barat itu, AMLM sebelumnya sudah melaporkan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kejari Raha.

-Advertisement-

Atas laporan itu, AMLM menilai pihak kejaksaan lambat dalam menangani dan terkesan mengulur-ngulur waktu. Padahal jelas, data yang mereka persoalkan lengkap.

Ketua AMLM, Yasir mengatakan, terkait dengan lelang proyek di ULP itu sudah tiga kali melakukan seruan aksi. Dua kali di Mubar dan satu kali di Kejari Sultra.

Dalam aksi yang mereka suarakan sampai saat ini belum ada hasil yang mereka dapat. Tuntutan mereka sampai saat ini belum ada yang ditindak lanjuti. Sehingga, rencananya besok, selasa, 26 oktober 2021 akan kembali melakukan seruan aksi besar besaran di kantor ULP, Kantor Bupati Mubar, DPRD Mubar dan Kejari Raha.

Namun, dibalik seruan aksi itu, kabarnya akan bertepatan dengan kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kabar itu datang juga dari AMLM sendiri, menurutnya, kalau betul KPK hadir di kepemimpinan Bupati Achmad Lamani, maka itu akan jadi kado istimewa buat KPK.

“Besok kita akan kembali melakukan seruan aksi. Kabarnya besok KPK akan masuk Muna Barat. Jadi ini akan menjadi momen yang baik dan kado untuk mereka (KPK),” Kata Yasir melalui WhatsAppnya. Senin, 25 oktober 2021.

Tuntutan AMLM untuk seruan aksi besok adalah meminta kepada KPK agar segera mengusut dugaan mafia proyek pada ULP Mubar. Kedua, meminta kepada Kejari Raha untuk melakukan  pemeriksaan kepada kepala ULP Mubar  beserta pokjanya.

Terus, terakhir pihaknya mengatakan, pihak DPRD Mubar telah berbohong atas janji mereka untuk melakukan rapat dengar pendapat yang sampai hari ini belum terealisasi.

“Aparat penegak hukum harus pro aktif dalam mengusut tuntas para orang-orang yang terlibat dalam mafia lelang proyek di Muna Barat. Dengan bukti” yang kami miliki saat ini sangat terlihat jelas bahwa ada dugaan cacat proses dalam tender proyek-proyek yang ada di Muna Barat,” pungkasnya.

Terkait hal itu, Kepala Bagian (Kabag) ULP Mubar, Amad Sabir Sam belum memberikan komentar. Dihubungi melalui telepon pribadinya dan WhatsApp belum direspon.

Saat ditemui beberapa waktu lalu dikantornya, dia mengatakan, terkait proses lelang itu sudah sesuai prosedur.

“Sebenarnya posisi kemarin itu bukanya tidak aktif. Dia aktif. Hanya kendalanya jaringan. Jadi sebenaranya kita simalakama juga, untuk 2021 ini pengadaan jaringan tidak dianggarkan. Jadi kita hubungi dulu penyedia jaringan, nanti setelah semua selesai kegiatan, selesai pengumuman semua ditutup lagi. Jangan sampai ditagih lagi kita,” katanya

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments