Atasi Genangan Air, PUPR Baubau Bakal Tambah Sumur Resapan dan Drainase

67
Kepala Dinas PUPR Baubau Andi Hamzah (kanan) saat meninjau titik genangan air di Kelurahan BWI, Senin 15 November 2021.

Baubau, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terus berupaya mengatasi genangan air yang tersebar disejumlah titik di Kota Baubau. Upaya tersebut berupa penambahan sumur resapan dan drainase.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau Andi Hamzah menuturkan, ada dua titik genangan air cukup banyak karena adanya air kiriman dari ketinggian saat hujan. Yakni di Jalan Betoambari (depan SMAN 2 Baubau) dan di sekitar jalan menuju kantor Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI).

- Advertisement -

Andi Hamzah menjelaskan, khusus genangan di Kelurahan BWI, pihaknya telah membangun sumur resapan. Namun karena debit air yang besar, sehingga tidak mampu menampung air akibat curah hujan yang tinggi.

“Tidak adanya saluran drainase mempercepat tinggi genangan air. Kondisi ini berdampak dengan terganggunya arus lalu lintas bahkan menggenangi beberapa rumah yang ada di sekitar titik resapan,” tuturnya, Senin 15 November 2021.

PUPR Baubau langsung menurunkan satu mobil tangki untuk menyedot genangan air di Kelurahan BWI tersebut. Solusi jangka panjang, lanjut Hamzah, pihaknya berencana membangun outlet pembuangan air dan menambah sumur resapan agar genangan air bisa surut dengan waktu yang tidak terlalu lama.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan tambah sumur resapan. Saat ini masyarakat BWI masih berdiskusi untuk menentukan lokasi yang tepat, karena ini perlu partisipasi dan kerjasama masyarakat BWI,” ujarnya.

Untuk titik genangan air yang ada di depan SMAN 2 Baubau, kata Hamzah, Pemkot Baubau berencana membangun drainase disepanjang jalur menuju titik taman impian.

“Nantinya drainase akan menghantarkan air ke titik outlet pembuangan air yang selama ini difungsikan dalam menangani genangan air disekitar jalan Sapati Manjawari dan sekitarnya,” katanya.

Sementara untuk solusi jangka pendeknya, tambah Hamzah, pihaknya akan mencari lokasi tanah untuk membangun rumah genset di lokasi tersebut. Genangan air nantinya disedot dan dibuang ke drainase yang ada di Kelurahan Bone-bone.

“Saya himbau kedepannya, masyarakat kalau membangun tetap senantiasa memperhatikan dampak lingkungan sekitar dan kepentingan ruang-ruang lain agar tidak menimbulkan genangan yang sebelumnya tidak pernah terjadi di wilayah tersebut,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...