Buntut Kerusuhan di Buton, Polisi Amankan Delapan Orang

136
Rumah yang dibakar saat kerusuhan di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.(ist)

Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak delapan orang yang ditangkap polisi buntut kerusuhan yang terjadi di Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin malam 22 November 2021.

Kapolres Buton, AKBP Gunarko mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan delapan orang tersebut, pasca kejadian kerusuhan yang menyebabkan rumah dan kendaraan dibakar.

- Advertisement -

“Kejadian tadi malam itu jelas tindakan melawan hukum dan tindak pidana. Kami sudah mintai keterangan delapan warga termasuk kepala desa, dalam rangka penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata AKBP Gunarko melalui sambungan telepon, Selasa 23 November 2021.

Gunarko mengatakan, belum ada penetapan tersangka atas kejadian tersebut. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun dua rumah terbakar dan enam unit rumah lainnya mengalami rusak.

“Tidak ada korban jiwa. Untuk kendaraan, ada tiga unit kendaraan roda empat yang dirusak dan satu terbakar. Juga ada tiga unit kendaraan roda dua yang dibakar. Untuk nilai kerugian materil belum dapat dipastikan jumlahnya,” tutupnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah menurukan sedikitnya 180 orang personel untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini situasi di lokasi kerusuhan berangsur kondusif dan bisa dikendalikan. Meski tak ada korban jiwa, Polisi dan TNI tetap siaga untuk mencegah aksi susulan,” tutupnya.

Untuk diketahui, kerusuhan terjadi setelah Pengadilan Negeri Pasarwajo membacakan putusan sidang perkara sengketa tanah Nomor Perkara 14/Pdt.G/2021/PN Psw antara Wa Ode Amalah selaku Penggugat melawan Kepala Desa Lasalimu Pantai, Hanudin selaku tergugat. Diduga, putusan tersebut tidak diterima oleh salah satu pihak hingga akhirnya melakukan tindakan anarkis.

Reporter : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...