Warga Kasilampe Blokir Jalan Provinsi di Kendari, Arus Lalu Lintas Macet Total

104
Warga Kasilampe memblokir jalan provinsi.

Kendari, Inilahsultra.com – Masyarakat Kelurahan Kasilampe Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pemblokiran jalan provinsi, Selasa 23 November 2021.

Aksi pemblokiran jalan tersebut buntut jalan poros Kendari menuju Toronipa tak kunjung diperbaiki atau diaspal oleh Pemerintah Provisi (Pemprov) Sultra yang memiliki kewenangan untuk menuntaskan jalan tersebut.

- Advertisement -

Akibat pemblokiran jalan tersebut, arus lalu lintas di jalan tersebut buntu, sehingga mobil dan motor tidak bisa melintas karena diblokir mengunakan kayu dan motor.

Bahkan kendaraan milik PT. Pertamina yang menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak diperbolehkan menyebrang jalan tersebut, alhasil sejumlah mobil tangki tersebut tertumpuk di lokasi pemblokiran jalan.

Dalam pemblokiran ini ada pemerintah dan Polsek setempat yang melakukan negosiasi, tetapi masyarakat Kasilampe bersikukuh tidak mau membuka blokiran jalan tersebut.

“Kami sudah cape dan tidak ada istilah negosiaai aksi hari ini. Jangan pernah halangi kepentingan masyarakat di sini. Jangan pancing kami untuk bereaksi,” kata La Ode Ashar saat menyampaikan orasinya saat pemblokiran jalan tersebut.

Lanjut La Ode Ashar menyampaikan orasinya, kondisi jalan provinsi di Kasilampe sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan oleh pemerittah provinsi, bahkan masyarakat hanya dijanji-janji untuk dilakukan perbaikan jalan tersebut.

“Kita sudah cape dengan janji-janji kalian. Ini sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan. Mana kepedulian Gubernur Ali Mazi terhadap masyarakat Kasilampe,” ujarnya.

“Warga Kecamatan Kendari jangan pernah dipermainkan. Saya ingatkan warga kecamatan Kendari bukan anak kecil untuk dipermainkan,” sambungnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi harusnya membuka mata dengan kondisi jalan tersebut. Pasalnya masyarakat setempat menjadi korban debu dan ketika hujan jalan berlumpur.

“Jangan korbankan masyarakat untuk kepentingan pribadi. Kasian masyarakat hidup berhadap dengan debu setiap hari, bahkan kalau hujan jalannya berlumpur,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Kendari, LM. Mauladi Poto mengatakan, buntut pemblokiran jalan ini membuat arus lalu lintas macet dab antrian kendaraan begitu panjang.

Dikesempatan itu pula, Mauladi Poto langsung melakukan komunikasi dengan salah satu kepala dinas di Pemprov Sultra melalui telpon selulernya. Ia meminta pejabat tersebut untuk hadir di tempat pemblokiran jalan tersebut.

“Warga di sini mengharapkan kehadiran pihak pemerintah provinsi untuk memberikan kejelasan terkait pengaspalan jalan tersebut,” tutupnya.

Reporter : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...