Buton Selesai Susun Master Plan Smart City

19
Bupati Buton La Bakry saat menandatangani kesepakatan bersama Kemenkominfo untuk mewujudkan Smart City, Selasa 23 November 2021.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahap IV Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Buton di Aula Kantor Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Takawa, Selasa 23 November 2021.

Kegiatan Bimtek yang diselenggarakan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Buton bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama menuju smart city di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton.

- Advertisement -

Bupati Buton La Bakry mengatakan, setelah ditandatangani kesepakatan dengan Kemenkominfo RI, Smartcity layaknya diwujudkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik.

“Di Sulawesi Tenggara ada 4, salah satunya di Kabupaten Buton. Semoga dengan 9 program unggulan dengan anggaran yang terbatas kita akan berupaya merealisasikannya,” kata Ketua DPD Partai Golkar Buton ini.

Orang nomor satu di Buton ini mengatakan, mewakili jajaran pemerintah daerah mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Kemenkominfo dan segenap Tim Ahli dan rombongan yang telah memberikan Bimtek tentang smartcity kepada perencana lingkup Pemkab Buton semoga bisa membawa manfaat yang lebih baik.

“Saya berharap kepada semua staf perencana yang telah dibimbing bisa terus bersinergi sehingga program-program ini bisa tercapai,” kata mantan Wakil Bupati Buton ini.

Dengan selesainya Bimtek Smartcity, lanjut dia, seluruh kepala OPD bisa bersinergi, bekerja sama dan berkomitmen agar seluruh rencana dalam masterplan smartcity Kabupaten Buton tahun 2022-2031 dapat diwujudkan.

Ketua Tim Ahli penyusunan master plan Smartcity, Dr. Ir. Harya Damar Widiputra S.Kom MT menjelaskan, rangkaian Bimtek sebanyak 4 kali menutup semua Bimtek dan tahap 4 merupakan pemilihan program quick win.

“Ada 48 kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2021 yang terpilih untuk didampingi penyusunan smart city-nya, salah satunya adalah Kabupaten Buton,” katanya.

Aspek kesiapan Smart City di antaranya kondisi alam, kesiapan sumber daya manusia (SDM), kesiapan instruktur juga kesiapan masyarakat, dan kesiapan kebijakan peraturan daerah.

“Dari Bimtek tahap 1- 4 menghasilkan 9 program unggulan yang berpotensi direplika oleh daerah lain dan dinamakan program quickwin Smart City 2022 dan berharap bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” tutupnya.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...