Kepala Dinas Kesehatan Sultra Bantah Menolak Vaksin Dari Hugua

77
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Usnia.(Foto : Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Usnia membantah adanya penolakan bantuan vaksin dari anggota Komisi II DPR RI, Ir. Hugua.

“Itu tidak benar. Mana mungkin kami mau tolak itu vaksin. Vaksin itu sudah ada kok dan sudah kami terima vaksin dari pak Hugua pada 19 November 2021 lalu sebanyak 17 ribu dosis vaksin sinovac. Saat ini sudah ada di kantor kami (Dinkes Sultra),” kata Usnia saat memberikan klarifikasi di kantornya, Jumat 3 Desember 2021.

- Advertisement -

Usnia menegaskan bahwa Dinkes Sultra tidak pernah menolak ribuan vaksin yang telah diperjuangkan oleh politisi PDIP itu dari pemerintah pusat.

“Justru kita ini sangat berterima kasih kepada pak Hugua memperjuangkan vaksin untuk Sultra. Dengan adanya bantuan ini, Sultra bisa menyuplai di 17 kabupaten dan kota. Saat ini stok vaksin di Sultra dalam keadaan normal,” tegasnya.

Terkait kedatangan Ir. Hugua kemarin, Kamis 2 Desember 2021 yang rencananya akan menyerahkan vaksin sinovac secara simbolik itu, Usnia mengatakan, bahwa pihaknya terbuka kepada siapapun termaksud Hugua berpartisipasi untuk menambah stok vaksin.

Sayangnya, saat anggotanya mantan Bupati Wakatobi 2 periode itu datang di Dinkes Sultra, tak ada Plt Dinkes Sultra yang menyambut mereka. Usnia mengaku, ada miss komunikasi antara tim atau anggota Komisi II DPR RI dan Dinkes Sultra sendiri.

“Itu karena ada miss komunikasi. Harusnya ada anggotanya yang berkabar ke Dinkes Sultra terkait jadwal lengkap kedatangan beliau. Tetapi kami tidak dapat konfirmasi makanya kita kira tidak jadi. Saya juga langsung lanjutkan pertemuan di Kantor Gubernur Sultra,” jelasnya.

Terkait vaksin jenis astrazeneca yang rencananya akan diberikan oleh anggota Komisi II DPR RI dihari kedatangannya itu, Usnia menyebut bahwa jenis vaksin tersebut jarang digunakan di Sultra dan digunakan hanya di TNI/Polri.

“Kemarin memang ada vaksin astrazeneca itu, tapi hanya TNI/Polri yang gunakan. Karena jarang digunakan dan untuk mengantisipasi ekspayer atau kadaluarsa, sebaiknya vaksin tersebut diserahkan di daerah lain yang memang menggunakan jenis vaksin tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap, oknun-oknum yang tidak mengetahui tentang prosedural penyaluran dan penggunaan vaksin agar tidak membuat gaduh dan menyebar informasi tidak benar.

“Kepada pak Hugua, sekali kami mengucapkan terima kasih banyak
atas bantuan ini yang diberikan untuk masyarakat Sultra,” tutupnya.

Reporter : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...