Hindari Polantas, Seorang Siswa SMKN 2 Raha Dikejar Sampe ke Lingkungan Sekolah

8566
Anggota Polantas saat berada di samping ruang kelas SMKN 2 Raha usai melakukan pengejaran terhadap siswa yang melanggar Lalulintas.

Raha, Inilahsultra.com – Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari satuan Polres Muna mengejar siswa SMKN 2 Raha, Kabupaten Muna sampe ke dalam lingkungan sekolah, Selasa 11 Januari 2022.

Salah satu oknum Polantas itu, mengaku mengejar seorang pelanggar lalu lintas yang diduga merupakan siswa SMKN 2 Raha.

- Advertisement -

Anggota Polantas, Burhan mengatakan bahwa siswa yang mereka kejar itu berkendara dengan sangat cepat dan tidak menggunakan helm serta motor yang digunakan juga tidak lengkap.

“Dia putar balik, dia balap tadi. Kalau dia tabrak orang bagaimana? Di depan sini (depan SMKN 2 Raha). Tidak pake helm tadi. Wajar kalau kita kejar,” katanya.

Kemudian, siswa yang diduga melanggar lalu lintas itu sudah tidak berada di dalam lingkungan sekolah. Sedangkan motor Honda jenis Blade yang dikendarainya diparkir di samping tembok gedung sekolah dalam keadaan kunci stir.

Melihat kondisi tersebut dua anggota Polantas sempat mengangkat motor dan berkata akan membawa ke kantor Polres Muna, namun pihak sekolah mencegahnya dan berjanji melakukan pembinaan terhadap siswa yang melanggar lalu lintas itu.

Sementara itu, Kanit Lantas yang dikonfirmasi di halaman SMKN 2 Raha menolak untuk diwawancarai. Dia hanya menyarankan awak media agar pergi melakukan konfirmasi di Kantor (Polres) Muna.

“Nanti kita ke kantor saja pak,” katanya sambil berlalu pergi.

Ditempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, La Ode Sadia menjelaskan bahwa ada 4 orang Polantas yang masuk ke sekolah.

“2 orang berhenti di pintu gerbang, 1 datang minta izin sama saya dan 1 lagi mengejar siswa yang masuk ke dalam lingkungan sekolah. Karena siswa tersebut mereka tidak temukan, mereka datang kembali kepada saya untuk minta didampingi mencari motor tersebut, sehingga kami bersama-sama turun ke lingkungan sekolah mencari motor tersebut,” jelas La Ode Sadia.

“Kalau bicara mengenai tindakan mau menangkap motor dalam lingkungan sekolah saya kira siapa pun pasti menyatakan itu, salah. Dan saya kira intinya dengan adanya komunikasi yang dilakukan oleh Pak Enda akhirnya penangkapan itu tidak terjadi dan siswa tersebut sudah ditangani di sekolah,” pungkasnya.

Reporter: Asep

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...