Terlambat Vaksin Kedua, Vaksin Pertama Dianggap Batal

Sitti Munawar (Foto: Muhammad Yasir/Inilahsultra.com)
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com – Kemenkes RI menyebut masyarakat yang belum menerima atau terlambat melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua, maka harus mengulang kembali proses vaksinasi dari dosis pertama.

Olehnya itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau terus mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah vaksin dosis pertama untuk segera melakukan vaksinasi dosis kedua.

“Kalau terlambat (vaksin dosis kedua) maka vaksin dosis pertama dianggap batal,” tutur Plt Kepala Dinkes Baubau Sitti Munawar.

Sesuai jangka waktu yang ditentukan, lanjut dia, jarak waktu vaksin antara dosis pertama dan kedua untuk jenis vaksin Moderna dan Sinovac selama 28 hari.

“Untuk vaksin jenis Pfizer selama 21 hari. Kalau jarak antara vaksin dosis kedua dengan booster (ketiga) itu kurang lebih enam bulan,” lanjutnya.

Kemarin Kamis 17 Februari saat vaksinasi booster di kantor wali kota, Dinkes Baubau menemukan salah seorang yang terlambat mengikuti vaksin dosis kedua. Akibatnya, dia harus mengulang kembali vaksin dosis pertama.

“Sudah lewat satu tahun, baru mau vaksin kedua, makanya dia vaksin dosis pertama lagi. Jadi kepada seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksin tahap dua agar vaksin karena jarak dari dosis pertama ke dosis kedua hanya 28 hari,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...