Sampel Autopsi Jenazah Amis Ando Akan Keluar Dalam Tiga Minggu

383
Dokter ahli forensik independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dr. Raja Alfatih Widya Iswara melakukan pengukuran makam sebelum jenazah almarhum Amis Ando diangkat dari liang lahat, lalu diautopsi. (Foto: Asep Wijaya/Inilahsultra.com).

Muna, Inilahsultra.com – Jenazah almarhum Amis Ando (43) warga dari Watonea Kecamatan Katobu Kabupaten Muna yang diamankan Satreskrim Polres Muna akhirnya di autopsi pada, Sabtu 7 Mei 2022.

Dari pantauan media inilahsultra.com proses penggalian makam dan autopsi jenazah almarhum berlangsung hingga selama kurang lebih empat jam, dimulai pukul 13.00 Wita dan jenazah korban kembali dimakamkan sekitar pukul 17.40 Wita di tempat pemakaman umum (TPU) Warangga, Kabupaten Muna.

- Advertisement -

Dokter ahli forensik independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dr. Raja Alfatih Widya Iswara menuturkan, hasil sampel autopsi Amis Ando akan keluar maksimal dalam waktu tiga Minggu.

“Nanti dikirim dulu ke Makassar, paling cepat dua, tiga Minggu lah (hasil sampelnya keluar),” kata dr. Raja saat usai melakukan autopsi jenazah korban di TPU Warangga, Kabupaten Muna.

Tim dokter forensik independen UHO Kendari melakukan autopsi dengan pemeriksaan fisik, lalu membedah jasad dan memeriksa organ bagian dalam seperti paru-paru, jantung, ginjal, lambung, dan lainnya.

dr. Raja menyampaikan, sampel hasil autopsi almarhum Amis akan dikirim ke laboratorium forensik Makassar untuk diuji, dimana hasilnya akan diserahkan ke penyidik.

“Kan ini perkembangan dari penyidikan, jadi kita ngasihnya ke penyidik hasilnya. Nanti hasil tertulisnya akan kita kasikan ke penyidik,” ujar Dosen UHO kendari.

Alumni Smansa ini menyebutkan, dalam autopsi beberapa organ tubuh korban yang diambil untuk dijadikan sampel diantaranya hati dan lambung sebagai sampel untuk diuji di laboratorium forensik Makassar, Sulawesi Selatan.

“Sampel hati ada, yang pasti lambung kita pastikan misalkan racun, jantung sih nda terlalu,” katanya.

Dia hanya menegaskan agar menunggu hasil uji sampel di laboratorium forensik Makassar.

“Kalau kekerasan nanti hasilnya semua ada di dalam hasil visumnya nanti,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Astaman Rifaldy mengatakan, saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi dari dokter forensik.

“Kami juga sempat berkomunikasi dengan dokter ahli bedah forensik tersebut, namun sampai saat ini dari dokter pun menyampaikan itu merupakan rahasia medis yang nanti akan diterbitkan secara resmi dari dokter forensik,” jelasnya mantan Kasat Narkoba Polresta Kendari.

Ia juga menambahkan, dalam proses autopsi dirinya menyaksikan langsung ada beberapa sampel yang diambil dari almarhum, namun dia tidak menyebut organ apa saja yang diambil untuk dijadikan sampel dari jasad almarhum Amis Ando.

“Sementara menunggu hasil, kita pun belum tahu hasilnya kapan, karena semua itu ada tim dokter yang menangani,” ucap jebolan Akpol angkatan 2015 ini.

Diketahui, Almarhum Amis merupakan warga Jalan Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna meninggal dunia Rabu 4 Mei 2022 saat hendak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr LM Baharuddin oleh anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muna.

Almarhum diduga meninggal dalam perjalanan dari Polres ke RSUD sekira pukul 08.30 Wita dan diamankan Satreskrim Polres Muna pada Selasa 3 Mei 2022 sekira pukul 20.00 Wita atas dugaan kasus pengancaman.

Autopsi dilakukan karena pihak keluarga menduga ada kejanggalan atas kematian almarhum Amis, sehingga meminta Polres Muna dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab meninggalnya almarhum. (B)

Reporter : Asep Wijaya
Editor : Ridho

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...