Bangun Ekosistem Informasi yang Sehat, Mafindo Berkolaborasi dengan Kominfo Gelar Kelas Kebal Hoax

50
Guna membangun ekosistem informasi yang sehat, masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi dalam gerakan Makin Cakap Digital menggelar Kelas Kebal Hoax (KKH).
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Guna membangun ekosistem informasi yang sehat, masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi dalam gerakan Makin Cakap Digital menggelar Kelas Kebal Hoax (KKH).

-Advertisements-

Giat ini diikuti 40 peserta dari 10 komunitas yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Badallah menuturkan, kegiatan ini merupakan hal positif yang harus diikuti guna mendorong dalam mengenal informasi yang tersebar luas dan perlu diapresiasi.

“Alangkah lebih baik ketika Kemenkominfo melakukan suatu kegiatan di perlukan kolaborasi dengan Kominfo provinsi dan kota agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan masif,” ujar Ridwan Badallah lewat via telpon selulernya, Minggu 17 Juli 2022.

“Bukan hanya kegiatan yang istilahnya, kumpul-kumpul sebentar lalu selesai. Tetapi kalau melibatkan pemerintah daerah kegiatan itu bisa masif kita lakukan, seperti aksi untuk anti hoax,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Ridwan hal tersebut juga dapat meminimalisir munculnya infomasi hoax di kalangan masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara. Sebab hal itu juga sebagai salah satu bagian dari literasi membangun pemikiran baru kepada masyarakat.

“Dari jumlah masyarakat di Sulawesi Tenggara ini, penetrasi digital sekitar 2,7 juta jiwa. Artinya di situ, didominasi oleh masyarakat milenial. Dan mungkin juga masyarakat diatas milenial ini ketika mereka menggunakan media sosial ini, tentu kita harus berikan literasi,” ucap Ridwan Badallah.

Ia juga menambahkan, dalam menggunakan media sosial diperlukan beberapa indikator, diantaranya bermedia sosial secara etis, sopan, berbudaya, epik, dan meninggalkan hal-hal yang hoax.

Sementara itu, Ketua Presidum Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan, dengan materi-materi yang sudah di sederhanakan dalam KKH, dicanangkan bisa membangun tren belajar periksa fakta di kalangan masyarakat khususnya di kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa.

“Kita mengapresiasi kegiatan kelas kebal hoax ini yang diikuti pemuda dan mahasiswa di Sultra Karena memang saat ini kita butuh membangun ekosistem informasi yang sehat. Apalagi menjelang pemilu 2024,” ungkapnya.

“Jadi ketika nanti ada isu-isu hoaks yang beredar di masyarakat, diharapkan teman-teman yang sudah kita latih bisa menjadi agen penjernih informasi,” sambungnya.

Kata dia, hal tersebut bisa memacu daerah lain untuk mereplikasi kegiatan serupa. Sehingga ke depan dapat menghasilkan narasumber-narasumber sekaligus pelatih yang nantinya akan menyebarluaskan materi-materi KKH di lingkup komunitas.

“Alhamdulillah kali ini kita bisa selenggarakan secara langsung di Sulawesi dan ini juga menjadi kelas offline pertama di luar pulau Jawa. Apalagi kelasnya sangat interaktif. Saya rasa Kendari ini menjadi salah satu ujung tombang di wilayah Indonesia tengah. Berharap teman-teman bisa terus semangat, untuk mereplikasi kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (C)

Reporter : Asep Wijaya
Editor : Ridho

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...