Berikut 7 pelanggaran dan Denda Tilang ETLE di Kendari

Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Mulai awal September 2022, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polisi Resor Kota (Polresta) Kendari akan memberlakukan sistem tilang Electronic traffic law enforcement (ETLE), Rabu 27 Juli 2022.

Kombespol Muhammad Eka Faturahman mengatakan, dengan adanya penerapan ETLE ini dapat mengurangi pelanggaran dalam berlalu lintas, dan juga mengurangi angka kecelakaan di jalan.

Selain itu, nilai denda dari sistem tilang elektronik ini sangat beragam, mulai dari Rp250 ribu hingha Rp3 juta, tergantung jenis pelanggaran yang dilanggar oleh pengendara.

“Nilai dendannya tergantung jenis pelanggaran yang dilanggar. Tapi untuk saat ini kami masih akan mensosialisasikan sistem tilang elektronik ini,” tuturnya.

Melalui sistem penilangan ETLE tersebut, terdapat 7 pelanggaran prioritas dan denda yang diterapkan oleh Polresta Kendari.

Tujuh pelanggaran prioritas itu yakni:

1. Penggunaan handphone saat berkendara.
2. pengenadara dibawa umur.
3. berboncengan lebih dari dua orang.
4. Tidak menggunakan helm SNI.
5. berkendara dalam pengaruh alkohol.
6. melawan arus, dan
7. tidak menggunakan sabuk pengamanan (safety belt).

Berikut daftar nilai atau nominal denda bagi pengendara yang melanggar dan terekam ETLE sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

1. Penggunaan handpone saat berkendara, melanggar Pasal 283 Jo Pasal 106 (1) dengan pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp750.000,-.

2. Pengendara dibawah umur, melanggar Pasal 281 Jo Pasal 77 (1) dengan pidana kurungan 4 bulan atau denda Rp1.000.000,-.

3. Berboncengan lebih dari dua orang, melanggar Pasal 292 Jo Pasal 106(9) dengan pidana kurungan atau denda Rp250.000,-.

4. Tidak menggunakan helm SNI, melanggar Pasal 291 Jo Pasal 106 (8) dengan pidana kurungan 1 bulan atau denda Rp250.000,-.

5. Berkendara dibawah pengaruh alkohol, melanggar Pasal 311 dengN pidana kurungan 1 tahun atau denda Rp3.000.000,-.

6. Melawan arus (contra flow), melanggar Pasal 287 (1) Jo Pasal 106 (4) huruf (a) dan (b), pidana kurungan 2 bulan atau denda Rp500.000,-.

7. Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), melanggara Pasal 289 Jo Pasal 106 (6), pidana kurungan 1 bulan atau denda Rp250.000,-.

Selain tujuh pelanggaran prioritas, terdapat juga pelanggaran atensi, yakni kendaraan yang bermuatan lebih atau over dimensi. Ini melanggar Pasal 277 dengan pidana kurungan 2 bulan atau denda Rp500.000. (C)

Reporter: Iqra Yudha.

Editor : Ridho

Facebook Comments