Pimpinan DPRD Butur Minta Pengaspalan Jalan yang Menggunakan Dana PEN Dialihkan

Wakil Ketua DPRD Butur Ahmad Afif Darvin (kiri) dan anggota DPRD Butur Rahman (Kanan) saat meninjau Jalan Eelahaji-TPA, Sabtu 3 September 2022.
Bacakan

Buranga, Inilahsultra.com – Wakil Ketua DPRD Buton Utara (Butur) Ahmad Afif Darvin mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengalihkan proyek pengaspalan Jalan Poros Eelahji-TPA Kecamatan Kulisusu. Pasalnya, pengaspalan jalan di wilayah itu belum terlalu mendesak.

Ketua DPC PDIP Butur ini mengaku, sudah mengecek langsung kondisi jalan poros Eelahaji-TPA, Sabtu 3 September 2022. Kondisinya masih sangat bagus dan masih layak untuk dilalui. Selain itu mobilitas kendaraan yang melintasi jalan tersebut sangat sedikit.

“Saya minta supaya pengaspalan itu dialihkan ke wilayah Jampaka karena memang sangat membutuhkan dan posisinya ditengah pemukiman penduduk. Selain itu satu-satunya jalan poros yang menghubungkan dengan Pelabuhan Lelamo. Mobilitas kendaraan juga cukup tinggi disini,” pintanya.

Afif berharap, semua pihak baik itu DPRD maupun pemerintah daerah agar membuka mata dengan kerusakan jalan di wilayah Jampaka tersebut. Apalagi kerusakan jalan itu sudah terjadi cukup lama.

“Kan kasian warga kita disana dibiarkan menghirup debu setiap hari. Ini bukan persoalan sepele sehingga membutuhkan perhatian kita semua,” tegasnya.

Afif mengaku heran dengan proses perencanaan proyek pembangunan yang bersumber dari dana pinjaman melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pasalnya, peruntukan dana pinjaman tersebut terkesan tertutup.

“Dana Pinjaman ini tidak meminta persetujuan DPRD. Pemda sifatnya hanya pemberitahuan. Makanya saat kita minta proposal penggunaan dana PEN pada pembahasan APBD Perubahan tahun 2021 kita tidak diberikan. Ternyata hasilnya seperti ini,” kesal Afif.

Anggota DPRD Butur Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Kulisusu Rahman mengungkapkan hal yang sama. Ketua DPC PKB Butur ini sepakat jika pengaspalan jalan poros Eelahaji-TPA dialihkan ke Jampaka.

“Sudah seharusnya pengaspalan itu dialihkan saja ke wilayah Jampaka. Lagi pula itu masih dalam Kecamatan Kulisusu,” ujar anggota DPRD Butur dua periode ini.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry