Pemkot Baubau Upayakan Optimalisasi Kapasitas Penampungan TPA Wakonti

Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Detail Engineering Design (DED) Optimalisasi TPA Wakonti Zona C di Kantor Bappeda Kota Baubau, Kamis 10 November 2022.
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau saat ini terus berupaya melakukan optimalisasi kapasitas penampungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wakonti Zona C.

-Advertisements-

Saat ini, Pemkot Baubau sudah menghadirkan tim ahli dan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dipusatkan di Kantor Bappeda Kota Baubau, Kamis 10 November 2022.

-Advertisements-

Kehadiran tim ahli dari Balai Prasarana Pembangunan Wilayah (BPPW) Provinsi Sultra ini dalam rangka penyusunan Detail Engineering Design (DED) Optimalisasi TPA Wakonti Zona C.

-Advertisements-

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse menuturkan, pembahasan tentang penyusunan DED untuk optimalisasi Zona C TPA Wakonti ini sebagai bentuk mencari jalan keluar tentang persoalan sampah perkotaan.

Sebagai daerah perkotaan, lanjut dia, ketersediaan lahan yang terbatas dan dinamika penduduk tinggi yang mempengaruhi tingkat produksi sampah maka pasti akan menjadi masalah kedepan. Sehingga untuk mengatasi hal itu berarti harus ada optimalisasi.

“Karena kalau kita mau cari tempat sampah yang baru (lahan), mahal. Belum tentu juga disetujui oleh masyarakat sekitar, berarti kita optimalisasi luasan (TPA) yang tetap tapi fungsi penampungannya bisa bertambah sampai tujuh tahun lagi, jadi kita buat dulu DED-nya,” tutur Monianse saat berada di Kantor Bappeda Baubau.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Baubau Rahmat Tuta mengatakan, kondisi TPA Wakonti saat ini sudah memprihatinkan karena kapasitasnya sudah terisi maksimal.

“Kalau kita tidak cepat tangani dengan baik maka akan menjadi masalah kedepannya. Olehnya itu hari ini kita coba lakukan kajian DED karena tidak bisa kita bekerja asal-asalan, tapi harus terkoordinasi dan terstruktur. Eksekusinya nanti 2023,” tuturnya.

Dalam pembuatan DED ini, tambah Rahmat, ada beberapa hal yang harus tim ahli lakukan. Mulai dari aspek kelembagaan, kemudian regulasi yang dibutuhkan, aspek teknis dan operasional yang akan menjadi kajian, dan bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan persampahan.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...