Nurlin Surunuddin tak Gentar Hadapi Isu PAW Partai Golkar

Kendari, inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Nurlin Surunuddin menanggapi dingin isu pergantian antar waktu (PAW) kader Partai Golkar yang dinilai tidak loyal.

Istri Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga ini mengaku, mendengar akan ada evaluasi dan ancaman PAW anggota DPRD Kota Kendari. Isu itu berhembus kuat setelah pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari pada Febfruari 2017 lalu.

Nurlin mengatakan, kader yang di PAW dari kursi legislatif jika melakukan pelanggaran. Makanya dia menganggap tidak masuk akal jika dirinya tidak mendukung pasangan calon yang diusung Golkar pada Pilwali Kendari yakni Abdul Rasak-Haris Andi Surahman.

-Advertisement-

“Bukan saya tidak loyal, tapi ADP (Adriatma Dwi Putra) ini kan saya punya cucu, terkecuali saya pergi ikut kampanyekan ADP, ini tidak. Dan saya tidak pernah mempengaruhi orang untuk memilih ADP,” tangkis Nurlin saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (19/3/2017).

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Konsel ini menegaskan, selaku anggota dewan yang diusung Partai Golkar, sangat salah bila orang lain beranggapan tidak mendukung Rasak-Haris. Setiap keluarga dan simpatisannya bertanya, Nurlin selalu mengembalikan kepada pilihan masing-masing, mempersilakan memilih ADP atau Rasak. Sebab, Rasak juga merupakan keluarganya.

Bahkan, tambah Nurlin, setiap kali Rasak melakukan sosialisasi, dirinya selalu bertanya apa yang harus dibantu. Apalagi Nurlin mengaku tidak pernah pergi bersama ADP untuk melakukan sosialisasi.

“Tidak segampang itu saya mau di PAW. Apa saya punya kesalahan, saya juga bukan orang bodoh, alasan apa saya mau di PAW. Kalau alasan tidak mendukung paslon usulan Golkar, oh tidak masuk akal,” tandasnya.

“Saya masih loyal kepada partai, kecuali kalau saya melalaikan kewajiban saya di partai, tapi kan tidak pernah. Kalau soal pilwali saya juga tidak pergi sama-sama ADP untuk sosialisasi, hanya karena ikatan keluarga, ikatan satu darah,” sambungnya.

Nurlin menyebut, isu tidak mendukung paslon usungan Golkar sengaja dipelintir oknum-oknum tertentu. Karena menyadari, ia duduk di kursi legislatif karena diusung Golkar, bahkan suaminya menjadi Bupati Konsel juga diusung Golkar.

Reporter: La Ode Kasman Angkosono

Editor : Rido

Facebook Comments