
Kendari, Inilahsultra.com – Dari 165 jatah CPNS yang diberikan kepada Pemkab Konawe, dipastikan hanya 11 kursi yang terisi atau memenuhi standar passing grade.
Sebaliknya, sebanyak 154 kursi yang disiapkan pemerintah, dipastikan akan terbuang begitu saja bila tak ada kebijakan atau dispensasi dari pemerintah.
Terkait hal ini, Badan Kepegawaian Kepegawaian (BKD) Kabupaten Konawe awal pekan ini dijadwalkan akan menggelar pertemuan khusus dengan Bupati Konawe.
“Senin ini kami akan menghadap ke bupati. Laporkan hasil tes. Termasuk bahas bagaimana solusi,” ujar Kepala BKD Konawe, Elizon diwawancarai via telepon seluler, Minggu 4 November 2018
Sebagaimana dirilis inilahsultra.com, dari 1.444 peserta tes asal Kabupaten Konawe, hanya 11 orang dinyatakan lolos standar passing grade ditetapkan BKN.
Sementara kuota CPNS Konawe Tahun 2018 sebanyak 165 seat. Dengan pembagian formasi guru sebanyak 80 orang, tenaga kesehatan 62 orang dan tenaga teknik sebanyak 23 orang.
Menilik perbadingan jumlah peserta lulus dan formasi kursi yang tersedia, dipastikan akan banyak kursi baru ASN yang kosong tak bertuan.
Hal ini dibenarkan Elizon. Kata dia pertemuan dengan pimpinan daerah membahas bagaimana agar formasi CPNS tak melayang begitu saja.
“Karena bukan hanya Konawe,hampir semua daerah yang gelar tes CPNS banyak yang gugur dan formasinya itu terancam tak terisi. Kita minta ada kebijakan dispensasi dari pusat,” ujarnya.
Mungkinkah Kabupaten Konawe mengajukan opsi pengulangan tes CAT pada pemerintah pusat sebagaimana wacana BKD kabupaten lain yang punya kemiripan kasus?
Menurut Elizon, pengulangan tes CAT bukan alternatif yang tepat.
“Butuh waktu lagi kalau tes ulang. selain itu biaya cukup besar kalau menyelenggaran tes ulang,” cetusnya
Baiknya, pemerintah tetap memakai hasil tes CAT lalu sebagai bahan acuan kelulusan dengan menerapkan alternatif sistem perangkingan.
“Yang sudah dinyatakan lolos tidak perlu lagi. Tinggal yang nilainya dibawah yang dirangking. Kasian juga kita menunggu empat tahun agar ada rekrutmen lagi. Banyak kuota CPNS malah tidak terisi,” ujar Elizon.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




