
Kendari, Inilahsultra.com – Komandan Satuan (Dansat) Brimobda Sultra, AKBP Joni Afrizal Syarifuddin SIK siap dalam menangani kejahatan yang berintensitas tinggi di wilayah Polda Sultra.
Apalagi 2019 nanti, merupakan tahun politik. Kemungkinan potensi konflik pesta demokrasi pasti ada. Biro Operasi pun sudah memperkirakan potensi itu dan telah menghitung skala prioritas penanganannya.
“Peran Brimob dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan kejahatan tinggi, meliputi kejahatan menggunakan senpi bahan peledak maupun kerusuhan massa sesuai dengan rencana operasi Polda Sultra,” ucap Joni Afrizal Syarifuddin saat ditemui di ruangannya, Rabu 14 November 2018 siang tadi.
Saat ini, kata Joni, sudah mengevaluasi dan memberikan penguatan personel di jajaran Brimob yang dinilai ancaman Kamtibmas cukup tinggi.
“Jika ancamannya akan lebih tinggi, dimungkinkan kita akan terjunkan ke sana (lokasi rentan konflik) kita menambahkan kekuatan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
Dia menyebut, penempatan satuan Brimob Polda Sultra ada di tiga daerah. Yakni, Kota Kendari, Kolaka Utara, Baubau.
Sebanyak 200 personel Brimob Polda Sultra masih melakukan Operasi Aman Nusa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Diperkirakan akan kembali di Kendari dalam waktu dekat ini,” katanya.
Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman




