Jalan Ring Road Laworo Kembali Diaspal, Total Anggaran Rp 95 Miliar

Kadis PU Mubar Karimin saat memantau persiapan pembangunan jalan ring road Mubar.

Laworo, Inilahsultra.com – Jalan ring road Laworo Kabupaten Muna Barat (Mubar) sepanjang 26 kilometer sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Namun, tahun ini Pemkab Mubar akan kembali mengaspal jalan tersebut mulai Mei tahun 2019.

Berdasarkan kontrak pekerjaan , tahapan pengaspalan jalur ring road dimulai dari 28 Mei 2019 terhitung 150 hari kalender.

-Advertisement-

Namun, dua jalur jalan ring road yang memutar dari tugu sarung Kecamatan Barangka sampai ke tugu padi Kecamatan Tiworo Kepulauan tidak semuanya diaspal.

Berdasarkan anggaran, yang akan diaspal hanya satu jalur bagian kiri saja.

“Cuman satu jalur saja bagian kiri yang akan di aspal. Tidak bisa semua karena keterbatasan anggaran,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mubar Karimin saat ditemui di sela pengukuran TS jalan ring road Laworo di Desa Wuna, Selasa 18 Juni 2019.

Hal yang sudah dilakukan saat ini adalah melakukan pengukuran dasar peningkatan jalan dengan menggunakan alat pengukur teodolit statis (TS) oleh pemangku pekerjaan.

Pengukuran itu untuk mengetahui kondisi awal dengan membuat gambar termasuk menghitung volume dan kepadatan jalan yang disesuaikan dengan perencanaan awal jalan ring road.

Ia menyebut, proyek pengerjaan jalan ring road yang rencanaya akan diaspal hotmiks satu jalur itu diambil dari APBD Mubar dengan besaran anggaran Rp 95 miliar bersumber dari DAK dan DAU 2019.

“Delapan pengawas semua dipakai dan 8 kontrak perusahaan berdasarkan proses lelang atau tender proyek,” jelasnya.

Namun, berdasarkan 8 kontrak tersebut, baru empat perusahaan yang memenangkannya. Yaitu, PT UD Maju (Jalur Lafinde-Maperaha), PT Sinar Lima Putra (Jalur Wuna-Lafinde), PT Kaya Bangunan Resky (Jalur Wakoila -Waturempe) dan PT Yudistira Trioputra.

“Masing-masing kontrak ada pemenanganya,” ungkapnya.

Ia merinci, untuk pekerjaan Wuna-Lafinde sepanjang 4,335 km anggaranya sebesar Rp 15 miliar, Lafinde-Maperaha memiliki anggaran Rp 20 miliar, Maperaha-Guali Rp 6 miliar, Guali-Lakawoghe Rp 10 miliar, Lakawoghe-Kasakamu Rp 12 miliar Kasakamu-Wakoila Rp 12 miliar, Wakoila-Waturempe 12 miliar dan Waturempe sampai Tiworo anggaran pekerjaanya Rp 13 miliar.

“Yang jelasnya semua Rp 95 miliar. Terhitung 150 hari kalender kerja dimulai dari 28 Mei 2019 sesuai dengan kontrak pekerjaan,” jelas Karimin.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments