
Kendari, Inilahsultra.com – Jembatan rangka baja (Bailey) di Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe akhirnya bisa dilalui kendaraan.
Pagi tadi aktivitas lalu lalang kendaraan mulai terlihat dijalur trans-Sulawesi itu. Roda dua maupun roda empat mengantre melewati jembatan bailey yang memiliki panjang 69 meter lebar 4 meter.
Meski berangsur normal, ada pembatasan berat kendaraan yang boleh melalui jembatan tersebut.
“Tadi pagi jam 09.30 WITa. Dari Dirlantas yang resmikan. Maksimal 15 Ton. Di depan dipasangi juga palang kecil. Kendaraan truk besar di atas itu tidak boleh,” ujar KU TU PPK Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Suprianto ST MM.
Menjamin savety dan awetnya jalur transportasi darurat itu, lanjut Suprianto, pihaknya memberlakukan sistem satu arah bagi kendaraan yang melintas. Apalagi, struktur jalan di sisi Sungai Pohara itu tidak begitu stabil dan masih rawan terjadi longsor susulan yang memungkinkan jembatan ambruk.
“Khawatir jangan sampai ada ambles lagi. Di bawah itu masih lemah sekali. Ada komponen yang rawan jadi mesti satu arah saja dulu,” jelasnya.
Rehab permanen jalan longsor Sampara itu sendiri diprediksi Agustus mendatang. Pemerintah dikabarkan menyiapkan sekitar Rp 19 miliar lebih untuk penanganan permanen jalan nasional tersebut.
Sesuai desain, jalan amblas di Sampara dibangun dengan sistem boring dengan panjang lintasan 125 meter. Tidak ada pergeseran lintasan sebagaimana sempat diwacanakan. Konstruksi jalan transSulawesi itu tetap berada di bibir Sungai Sampara
“Awal Agustus sudah ada pemegang tendernya. Bailey ini dipakai sampai Desember sampai jalan permanen kelar. Pipa PDAM juga akan dipindah selama proses pembangunan jalan permanen. Kita koordinasi juga dengan balai sungai,” urainya panjang lebar.
Penulis : Siti Marlina




