Yusuf Alami Pendarahan Hebat Sebelum Meninggal, Tempurung Kepala Retak

Korban kedua bentrokan antara mahasiswa dengan polisi meninggal dunia.

Kendari, Inilahsultra.com – Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Muhammad Yusuf Kardawi (19) mengalami pendarahan hebat dan butuh 16 kantong darah.

Keluarga korban yang setia mendampingi Almarhum, sejak Kamis 26-27 September 2019 dini hari, Rahmat (28) mengatakan, almarhum sebelumnya di rawat di Rumah Sakit dr Ismoyo, karena mengalami pendarahan hebat almarhum dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas untuk menjalani operasi.

“Setibanya di Rumah Sakit Bahteramas, sekira pukul 18.45 WITa kemarin dokter langsung melakukan operasi dan ditangani banyak dokter,” kata Rahmat saat ditemui Inilahsultra.com, di sekitar ruang jenazah.

-Advertisement-

Rahmat mengaku, tidak tega melihat kondisinya saat itu. Tengkorak kepala kurang lebih 70 persen mengalami rusak total, dahi sebelah kiri bocor, diameternya kurang lebih empat (4) centimeter.

“Untuk menutupi itu, makanya diambilkan daging pada di bagian atas kepala,” ujarnya.

Rahmat berharap, agar kasus ini diusut tuntas karena meninggalnya masih tanda tanya siap penyebab meninggalnya.

“Yang menjadi tanda tanya, kok posisi tempurung kepala pecah seperti itu, apa penyebabnya,” kesalnya.

Meski bapaknya telah menerima atas meninggalnya anaknya karena sudah ajal. Tapi dia (bapak almarhum) ingin tahu kronologisnya seperti apa.

“Jujur ibunya sampai hari ini masih shock berat, di sisi lain anak ini anak pertama dari dua bersaudara,” sambungnya.

Untuk diketahui, almarhum sempat menjalani operasi dan mengalami masa kritis diruang ICU, Muhammad Yusuf Kardawi dikabarkan meninggal dunia, Jumat 27 September 2019 sekira pukul 04.05 WITa.

Sekira pukul 06.00 WITa, almarhum Muhammad Yusuf Kardawi langsung diantar dikediamannya di Kelurahan Laimpi, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna dengan menggunakan mobil Ambulans milik RS Bahteramas. Menempuh jalur darat Torobulu-Tampo.

Penulis : Onno

Facebook Comments