
Kendari, Inilahsultra.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kendari menggelar pelatihan Water Rescue bagi potensi SAR Kota Kendari tahun 2021, di SwissBell Hotel, Senin 15 Maret 2021.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut mengungkapkan, bahwa sesuai amanat dalam Undang-undang Nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, bahwa dalam pelaksanaan pelatihan kegiatan tersebut memiliki kewajiban dalam memasyarakatkan Sar di wilayah Sultra khususnya di Kota Kendari.
“Musibah ini tdk bisa diprediski bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, dan memungkinkan oleh siapa saja. Pelatihan yang dilakukan ini memiliki nilai strategis sehingga masyarakat memiliki kewaspadaan terhadap potensi-potensi terjadinya musibah yang ada disekitar kita di wilayah Kota Kendari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi, menerangkan, kerja SAR di Sultra lebih banyak d dominasi oleh wilayah perairan sehingga lebih memfokuskan pelatihan di pertolongan air.
“Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014 Badan Pencarian Nasional dan Pertolongan yang kita familiar menyebutnya Basarnas, berpacukan untuk memasyarakatkan SAR, mensosialisasikan SAR. Dengan hal tersebut maka Basarnas khususnya kantor SAR Kendari, juga mempunyai tugas dan berkewajiban untuk bagaimana masyarakat Kota Kendari mereka memahami mengetahui, apa itu SAR, sehingga pencarian dan pertolongan menjadi budaya masyarakat kita, untuk bisa senantiasa memberikan respon yg cepat dimana terjadi bencana kecelakaan,” jelasnya.
Olehnya itu, pihaknya berharap melalui kegiatan ini bisa memasyarakatkan SAR Kota Kendari dan umumnya di Sultra, karena mengingat bahwa kecelakaan bencana bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan menimpa bisa kepada siapa saja, dan sifatnya tidak bisa diprediksi.
“Selagi dunia ini mencari keseimbangan, maka namanya bencana akan tetap terus ada. Tetapi kalau dunia ini sudah mencapai keseimbangan, maka hari tidak bergerak lagi, bumi tidak bergerak lagi, tidak ada gempa lagi, maka sampai di situ sudah selesai dunia atau kiamat dalam agama keyakinan kita masing-masing,” ujarnya.
Sehingga Basarnas, tambah dia mempunyai tugas kewajiban bagaimana memasyarakatkan SAR. Sebabnya, apabila terjadi kecelakaan bencana, maka masyarakat itu sendiri yang bisa menolong di lingkungan sekitarnya melalui kegiatan pelatihan tersebut.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan TNI, Polri, instansi, dan elemen masyarakat.
Reporter: Iqra Yudha




