
Ilustrasi
Kendari, Inilahsultra.com – Orang tua (ortu) siswa SMAN I Parigi Kabupaten Muna keberatan atas sikap pihak sekolah yang diduga melakukan pemotongan beasiswa. Apalagi pemotongan itu dilakukan tanpa dasar.
Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Sulawesi Tenggara, Laode Tuangge mengatakan, pemotongan itu terjadi pada 28 Mei 2017 lalu. Saat itu pihak sekolah menyerahkan beasiswa bagi siswa kurang mampu.
Untuk kelas XII, diberikan beasiswa sebesar Rp 500 ribu. Namun dari jumlah itu, dipotong pihak sekolah sebesar Rp 50 ribu.
“Setiap siswa itu dilakukan pemotongan sebesar Rp 50 ribu,” ungkapnya kepada Inilahsultra.com, Kamis, 1 Juni 2017.
Menurut dia, pihak sekolah melakukan pemotongan dengan alasan biaya administrasi pengurusan. Pasalnya, beasiswa itu harus diterima melalui Bank Negara Indonesia (BNI) di Kota Raha.
“Harusnya jangan dipotong beasiswa karena sekolah itu punya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jadi BOS-nya dikemanakan kalau bukan untuk urusan seperti itu,” jelas Laode Tuangge yang juga salah satu orang tua siswa.
Karena tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak sekolah, dia akhirnya melakukan konfirmasi ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.
“Mereka (Dikbud Sultra) bilang tidak ada biaya untuk itu,” terangnya.
Laode Tuangge juga melakukan konfirmasi kepada bendahara penerima beasiswa, Killa. Menurut bendahara, Rp 50 ribu itu bukan potongan. Uang itu merupakan kerelaan para siswa sebagai biaya pengurusan ke Kota Raha.
“Saya minta kepada Dikbud Sultra agar menyikapi persoalan ini,” pinta Laode Tuangge.
Sementara, Kepala SMAN I Parigi, La Bake yang dikonfirmasi membantah telah melakukan pemotongan beasiswa. Menurut dia, uang Rp 50 ribu yang diserahkan sejumlah siswa merupakan kerelaan.
“Karena seharusnya para siswa sendiri yang pergi terima beasiswa itu ke BNI Raha. Tapi kalau mereka kesana kan biayanya lebih mahal. Makanya pihak sekolah yang mengurus,” terangnya.
Namun, setelah ada laporan, La Bake meminta kepada bendahara beasiswa agar mengembalikan uang kerelaan yang diserahkan para siswa.
“Mulai kemarin (Kamis, 1 Juni 2017) bendahara sudah keliling kembalikan uang itu. Saya perintahkan kembalikan,” katanya saat dikonfirmasi via ponselnya, Jumat, 2 Juni 2017.
Editor: Din




