ICMI Kota Kendari Jadikan Masjid Pusat Gerakan Sosial

Suasana acara buka bersama ICMI Kota Kendari

Kendari, Inilahsultra.com- Ikatakan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Kendari bertekat memperkuat gerakan-gerakan sosial melalui Masjid. Tidak hanya dijadikan sekedar tempat ibadah ritual semata.

Akan tetapi, melalui Masjid, muslim dapat mencapai tingkatan kesejahteraan, pemahaman, kebersahajaan yang lebih baik lagi.

-Advertisement-

Demikian dikatakan ketua organisasi daerah (Orda) ICMI Kota Kendari, Syamsul Anam saat acara buka puasa bersama, dengan mengangkat tema Ibadah, Ahlak Sosial dan kemajemukan, Jumat, 9, Juni 2017 di Hotel Zahra Kendari.

“ICMI Kota Kendari selama ini fokus dalam memperkuat mesjid. Dimana Masjid sebagai episentrum gerakan sosial dan akan melahirkan perbaikan-perbaikan di masyarakat,” katanya.

Syamsul mengungkapkan, sementara ini pihaknya lagi membangun prototif atau percontohan di Masjid Al-Ikhlas Kambu, Kelurahan Kambu.

“Ini sementara dalam uji coba, apabila berhasil sesuai yang diinginkan, akan direplikasikan diberbagai tempat atau Masjid-masjid lainnya, “ucapnya.

Selain itu juga, ICMI terus melakukan dan menonjolkan sisi lain dari keberislaman. Misalnya saja, Masjid menjadi pusat sosial dalam perbaikan kebutuhan di masyarakat.

Lebih jauh, Syamsul menerangkan, sentimen-sentimen yang ada di media sosial terhadap Islam, seolah-olah hanya memilik satu sisi saja. Islam tidak toleran, keras dan direflesikan pada hal-hal yang tidak baik.

“Isu-isu yang berkembang di media sosial ini hanya tindakan orang orang yang yang ingin meruntuhkan persatuan dalam umat beragama, “tegasnya.

ICMI juga, tambah dia akan membangun tindakan sosial Masjid dan memperkuat gerakan literasi mendorong budaya baca.

“Kita akan membangun komunitas dan pusat baca di masyarakat lewat gerakan dalam Masjid, “imbuhnya.

Pada acara buka bersama itu ikut hadir wakil Walikota Kendari Musaddar Mapasomba.

Dikesempatan itu, politisi PKS ini sempat memberikan ceramah. Dia menyarankan agar umat selalu menjauhi rasa dengki, dendam dan riya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Dunia ini hanyalah tempat bersenda gurau, maka jangan pernah harapkan yang sempurna di dunia ini,” tegasnya.

Namun, ia juga menerangkan bahwa kehidupan dunia juga tak bisa diabaikan. Sebab, tutur dia, ada visi yang harus dicapai yakni setiap umat yaitu selamat dunia dan akhirat.

“Diakhirat nanti semua manusia yang berada di dunia ini akan merugi kecuali mereka yang mempunyai kecerdasan spritual dan emosional,” ucapnya.

Reporter : Haerun
Editor      : Rido

Facebook Comments