
A Bustam
Kendari, Inilahsultra.com – Buntut pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Bombana, memunculkan ketidakpercayaan peserta pilkada terhadap penyelenggara pemilu di sana.
Tim pemenangan pasangan Tafdil-Johan, A Bustam meminta, penyelenggara pemilu di Bombana harus mendapat perhatian khusus, baik Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwaslih) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
“Panwas Bombana harus jadi perhatian khusus, termasuk KPU,” ungkap Bustam, Kamis, 27 Juli 2017.
Menurut dia, terjadinya PSU kemarin tidak ada kesalahan dilakukan paslon. Dia menyebut, akibat keteledoran penyelenggara sehingga menyebabkan terjadinya pemungutan suara ulang di tujuh TPS.
“Jelas itu keteledoran KPU termasuk panwas yang tidak melaksanakan pengawasan secara maksimal,” ujarnya.
Saat ini, Bawaslu Sultra tengah melakukan fit and propertest kepada panwas di 17 kabupaten atau kota, termasuk Bombana.
Saat ini, sudah masuk enam besar dan menuju tiga besar. Dua orang panwas incumbent, Darma dan Hasdin masuk dalam enam besar itu.
Bustam berharap, kedua mantan panwas Bombana ini dipertimbangkan untuk lolos. Karena, dia menganggap mereka tidak profesional menjalankan tugas.
“Harus ada evaluasi dan pertimbangan. Penilaian saya sendiri, kemarin itu keteledoran dari KPU dan Panwaslih. Panwas lemah melakukan pengawasan,” jelasnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto




