Bawaslu Diminta Harus Cermat Memilih Panwas Pilkada 2018

La Ode Rahmat Apiti 

Kendari, Inilahsultra.com – Sebelum memutuskan siapa yang akan diloloskan tiga besar, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sultra diminta lebih cermat memilih calon.

Permintaan ini datang dari mantan anggota Panwaslih Bombana La Ode Rahmat Apiti.

-Advertisement-

Menurut dia, yang harus menjadi perhatian serius Bawaslu adalah di Muna Barat.

Adanya kontrofersi barang bukti yang diduga diendapkan mantan panwas Muna Barat harus menjadi catatan penting bagi Bawaslu Sultra.

“Kami berharap teman-teman Bawaslu meloloskan calon-calon yang tidak “menternakan” masalah, sehingga kredibilitas panwas tidak buram,” ungkap La Ode Rahmat, Senin 14 Agustus 2017.

Bawaslu Sultra, dalam waktu dekat akan melaksanakan pleno untuk menentukan panwas di 17 kabupaten atau kota termasuk Mubar sendiri.

“Penentuan ini sekaligus menguji kepekaan indra pendengaran kawan-kawan Bawaslu apakah mereka peka dengan aspirasi publik atau justru menclosing nurani mereka atas fakta-fakta yang kami sodorkan ke publik berdasarkan hasil kinerja eks panwas Mubar,” jelasnya.

Menurut Rahmat, jika mereka selama ini bekerja taat asas tentu saja tidak akan mendapat sorotan.

“Asas adalah hal yang fundamental bagi penyelenggara, artinya, kalau penyelenggara bekerja mengabaikan asas, sama dengan seorang yang mengaku beragama namun tidak mengakui kitab sucinya, tentu ini fatal,” imbuhnya.

Bawaslu Sultra, pesan diazharus mawas diri dengan masalah ini dan diharapkan jangan menggali lubang kubur sendiri.

“Keputusan yang mereka ambil harus menunjukkan kredibilitas mereka bebas dari masalah. Saya yakin kawan-kawan Bawaslu tidak mau menciptakan sejarah yang kelam dalam mengambil keputusan. Keputusan yang salah akan terus dikenang oleh publik sebagai rapor merah. Bawaslu tidak menjadikan anak emas calon-calon yang bekerja tidak profesional,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments