
Samsu Umar Abdul Samiun
Kendari, Inilahsultra.com – Bupati Buton terpilih Samsu Umar Abdul Samiun direncanakan akan dilantik pada 24 Agustus 2017 di gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sebelum dilantik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Kemendagri akan meminta izin dulu atau meminjam Umar Samiun sementara waktu demi keperluan pelantikan.
Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sultra La Ode Ali Akbar mengatakan, rencananya Umar akan dilantik pada 22 Agustus secara serentak. Namun, karena Umar tidak bisa dilantik di Kendari, maka terpaksa diadakan di Kemendagri.
“Sudah diundur oleh Mendagri. Harusnya pelantikan semua kepala daerah terpilih pada 22 Agustus, namun karena dianggap sudah dihadirkan di Kendari, maka dilaksanakan pada 24 Agustus,” ungkap Ali Akbar melalui telepon selulernya, Rabu, 16 Agustus 2017.
Mantan Penjabat Bupati Buton Tengah ini menyebut, pelantikan Umar Samiun dengan dua kepala daerah, Kolaka Utara dan Bombana dipastikan terpisah. Kolaka Utara dan Bombana akan digelar pada 22 Agustus 2017.
“Pak Plt Gubernur akan melantik dulu dua bupati di Kendari setelah itu besoknya ke Jakarta lagi untuk melantik Umar Samiun,” jelasnya.
Dia menjelaskan, meski status Umar Samiun sebagai tersangka dan sedang ditahan di Rumah Tahanan Guntur, dia berhak untuk dilantik.
Statusnya, kata dia, hanya dipinjamkan. Namun, Ali tidak mengetahui berapa lama Umar akan dipinjam. Yang jelas, setelah pelantikan, Umar kembali dijebloskan ke dalam tahanan.
“Dia dipinjam saja untuk hadiri pelantikan. Yang jelas tetap dilantik karena haknya,” paparnya.
Masa jabatan Umar Samiun dan La Bakri akan berakhir pada 18 Agustus 2017. Sebagai pelaksana di masa kefakuman pemerintahan, Sekda Kabupaten Buton Kasim ditunjuk sebagai pelaksana sembari menunggu pelantikan bupati.
Setelah pelantikan, Umar Samiun akan kembali ke penjara dan yang akan menakhodai pemerintahan di Buton diberikan kepada La Bakri sebagai wakilnya.
Umar Samiun ditahan oleh KPK karena diduga melalukan suap terhadap mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam pengurusan Pilkada Buton 2012 lalu.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto




