Selebaran Kepton Tak Layak Mekar Berhamburan di Jalanan

Selebaran provokasi tentang pemekaran Kepton

Kendari, Inilahsultra.com – Selebaran tentang Kepulauan Buton (Kepton) belum layak mekar jadi provinsi, ditemukan berhamburan di jalanan sekitar kampus Universitas Halu Oleo Kendari.

Menyikapi ratusan edaran berupa selebaran ini, Barisan Muda Buton mengeluarkan kecaman.

-Advertisement-

Asman selaku salah satu pengurus Barisan Muda Buton mengaku, selebaran yang bertuliskan SARA ini adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Menuliskan bahwa Mahasiswa Buton bodoh membuat kami tersinggung. Sebab, soal pemekaran adalah domain dan harapan semua orang yang bernadi Butuuni, jika ada sebagian yang tidak sepakat atau bahkan tidak menginginkannya maka tidak perlu melakukan hal gila ini, sebab jawaban layak tidak kayaknya itu wewenang pemerintah pusat,” ungkap Asman, Senin 21 Agustus 2017.

Proses pemekadan yang telah diajukan oleh panitia, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat menolaknya. DPRD Sultra, lanjut dia, sudah melakukan praripurna yang artinya, dukungan dari semua daerah juga pasti ada.

“Menyikapi soal mahasisw bodoh itu, sikap arogansi yang fatal dilakukan sebab jika mengkritisi kalangan pemuda dan mahasiswa yang melakukan upaya-upaya percepatan pemekaran maka jangan sebut begitu. Jantanlah sebut nama mereka, atau kelompok mereka sebut saja Barisan Pemuda Kepton. jagang sebut mahasiswa Buton karena belum tentu mereka sebodoh apa yang selebaran itu sebutkan,” katanya.

Asman menduga, ada pihak yang mau menghalangi proses pemekaran Kepton ini.

“Penting ini diketahui sebagai sanksi sosial bagi mereka. Ingat teman-teman yang berpikir, berkumpul dan menyatukan gagasan tentang Kepton itu bukan berarti mereka bodoh tapi mereka peduli terhadap daerah dan juga mereka membuktikan eksiatensi semangat kepemudaan terkait peran dan mahasiswa sebagai ikon pembaharu juga sebagai ujung tombak dalam mempresure semua kebijakan yang tidak pro terhadap percepatan Kepton,” jelasnya.

Dia berharap, semua pihak, baik masyarakat umum maupun khusus Kepton agar saling mempererat persatuan dalam memperjuangkan Kepton ini.

“Tentu bukan dengan hal atau cara yg tidak terdidik ini. Karena Kepton itu milik semua orang bukan milik kelompok. Apalagi milik elit politik. Melalui ini pula saya perlu sampaikan kepada masyarakat bahwa Barisan Pemuda Kepton dalam perjalananya tidak pernah sedikitpun atau tdk perna berpikir bahwa upaya ini sebatas akal-akalan atau kemasan yang dibuat-buat sebagai komoditas politik 2018/2019,” tekanny.

Dia menegaskan, bila pemerintah tidak mewujudkan harapan masyarakat Kepton, mereka mengancam akan memboikot proses pesta demokrasi di sana.

“Tidak ada Pilkada atau pilgub atau pilpres di daerah jazirah Buton. Komitmen inilah yg akan menjadi tanggungjawab bahwa kami bukan pion atau peluncur dalam menggagas Kepton sebagai komoditas politik,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments