Rektor UHO Dikukuhkan sebagai Guru Besar

Rektor UHO Muhammad Zamrun saat dikukuhkan sebagai guru besar, Jumat, 25 Agustus 2017.


Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Dr. Sahidin S.Pd, M.Si  resmi mengukuhkan Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun F.S.Si, M.Si, M.Sc sebagai guru besar. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO, Jumat, 25 Agustus 2017.

Pengukuhan di buka Ketua Senat Dr. Aminudin Mane, dan dihadiri anggota senat, dosen, mahasiswa dan tamu undangan.

-Advertisement-

Muhammad Zamrun menyampaikan pidato bidang fisika tentang formalisme penggandengan chanel, teori metode numerik dan aplikasi pada reaksi nuklir antara inti atom.

Menurut Zamrun, pengetahuan yang terperinci mengenai dinamika reaksi inti sangat perlu diketahui. Reaksi nuklir yang sering digunakan untuk pengembangan energi adalah reaksi fisi berantai yang terjadi pada reaktir nuklir untuk membangkitkan energi listrik.

Penggunaan untuk energi alternarif terus dikaji dan sudah berhasil di labolatorium Jepang, Rusia dan di Indonesia penelitian dilakukan khusunya di Badan Tenaga Atom Nasional (BTAN) di Serpong dan Yogyakarta.

Beberapa waktu terakhir, lanjut Zamrun, beberapa guru besar sudah menerima surat keputusan (SK) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Tapi dalam aturan kami bahwa semua guru besar wajib untuk melakukan pidato pengukuhan setelah dia dilantik dalam waktu 1 tahun,” ungkapnya.

Dalam penilaian kementrian saat ini, salah satu yang menjadi syarat akreditas perguruan tinggi dan program studi salah satu penunjang adalah profesionalisme tenaga dosen.

“Jadi misalnya dia sebagai doktor atau profesor itu akan menaikan reid program studi,” jelasnya.

Menurut Zamrun, UHO akan terus membantu dan menfasilitasi dosen-dosen yang ada agar bisa mencapai gelar akademik yang lebih tinggi sebagai seorang profesor.

Mudah-mudahan dengan bertambahnya guru besar akan menjadi motivasi bagi semua dosen untuk berlomba-lomba berkarya menjadi seorang profesor, bukan berlomba-lomba saling membenci antar satu dengan yang lain.

“Saya inginkan adalah kita semua dosen di UHO, siapapun dia mari kita bersama-sama berlomba untuk memajukan universitas ini. Kita ketahui bahwa 30 persen yang menentukan predikat itu adalah publikasi dari dosen-dosen,” harapnya.

Reporter: Haerun
Editor: Herianto

Facebook Comments