Kasus Kematian Bayi di RSUD Muna Berbuntut Panjang

Kondisi bayi yang meninggal dalam kandungan di RSUD Muna. 


Raha, Inilahsultra.com – Kasus kematian bayi dalam kandungan di RSUD Muna yang diduga akibat lambannya penanganan pihak rumah sakit, tampaknya berbuntut panjang.

Pihak keluarga tidak terima dengan pelayanan buruk rumah sakit sebagai biang hilangnya nyawa bayi dari pasangan Unyil dan Reni tersebut.

-Advertisement-

Guna membongkar bobroknya pelayanan rumah sakit dalam menangani proses persalinan ibu Reni, pihak keluarga terpaksa membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Pada Minggu 10 September 2017, Unyil didampingi oleh keluarga atas naman Machdin resmi melaporkan hal itu ke Polres Muna sesuai Laporan Polisi nomor: LP/ 261/ IX/ 2017/Sultra/ SPKT RES MUNA.

Menurut Machdin, keluarga korban melaporkan bidan Asra dan dr Samsila yang menangani persalinan ibu Reni kepada penegak hukum atas kelalaian mereka yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Seperti diketahui, bayi yang dikandung Reni meninggal dalam kandungan diduga karena terlambat mendapat penanganan medis. Bayi meninggal dan dikeluarkan dari rahim melalui operasi cesar dengan kondisi kulit terkelupas pada beberapa bagian tubuhnya.

Machdin berharap, aparat kepolisian dapat mengungkap kasus ini secara profesional untuk memberikan rasa adil kepada masyarakat.

“Kalau memang apa yang dilakukan petugas rumah sakit tidak sesuai SOP dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang maka siapa pun yang bertanggung jawab harus dihukum,” kata Machdin.

Selain melaporkan hal ini ke aparat kepolisian, Machdin juga mengaku sudah mengadukan masalah ini ke Komnas HAM.

Penulis: Iman
Editor  : Jumaddin Arif

 

Facebook Comments