Sore Ini, Jasad Ibunda Nur Alam Akan Dimakamkan Disini

Jenazah ibunda Nur Alam, almarhumah Hj Fatimah, saat disemayamkan di rumah duka.


Kendari, Inilahsultra.com – Jenazah Almarhumah Ibunda Nur Alam, Hj Fatimah dijadwalkan akan dikebumikan sore ini sekitar pukul 16.00 Wita. Ibu dari orang nomor satu di Sultra tersebut bakal dimakamkan disamping kubur suaminya, Muhammad Isruddin Lanay, di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan.

“Selesai Jumat , jam 4 sore beliau akan dimakan. Tempatnya di Konda di dekat kubur ayah Nur Alam. Dekat kediaman almarhumah juga,” terang Kepala Dinas Kominfo Sultra, H Kusnadi dihubungi via telepon selularnya Jumat 13 Oktober 2017.

-Advertisement-

Ayahanda Nur Alam yang bertugas sebagai Kepala Distrik Konda diketahui wafat sejak Gubernur Sultra nonaktif itu berusia 14 tahun.

Sementara itu, ibunda mantan orang nomor satu itu dilaporkan meninggal dunia dalam usia 94 tahun. Almarhumah Ibunda Nur Alam menghembuskan napas terakhir di RSUD Bahteramas Jumat dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

“Beliau meninggalkan 6 orang anak, 33 cucu dan 3 cicit. Nur Alam ini anak bungsu,” terang Kusnadi

Jenazah almarhumah Hj Fatimah kini disemayamkan di rumah duka di Kecamatan Konda Kabupaten Konsel. Istri gubernur Sultra Nonaktif, Tina Nur Alam, diketahui tiba di rumah Almarhumah mertuanya sekitar pukul 07.00 Wita.

Sejumlah pejabat di Sultra, kata Kusnadi, mulai memadati rumah duka. Mereka yang melayat diantaranya, Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata, Bupati Konsel, Surunuddin, Wabup Konsel, Arsalim dan beberapa Kepala Dinas lingkup Pemprov Sultra.

Saat masih dirawat di RSUD Bahteramas, Nur Alam belum mendapat ijin dari KPK untuk menjenguk ibunya.

Namun, lanjut Kusnadi, kini KPK sudah memberi kesempatan Nur Alam menyaksikan pemakaman sang ibu di Kabupaten Konsel.

Meski sudah mendapat lampu hijau dari KPK, sampai sekarang belum diketahui persis pukul berapa Nur Alam bakal mendarat di Kendari. Kata Kusnadi, kemungkinan besar pemakaman akan tetap dilanjutkan sesuai jadwal meski Nur Alam belum tiba di rumah duka.

Penulis: Siti Marlina
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments