‘Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Bukan Tempat untuk Mengolah’ 

Ketua Bidang Hukum HAM dan Analisis Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr (C) Faisal, saat membawakan kuliah umum di Gedung Islamic Center Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu, 15 November 2017.

Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Bidang Hukum HAM dan Analisis Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr (C) Faisal, menegaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Advokasi Pemuda Muhammadiyah bukan sebagai wadah atau lembaga untuk ‘mengolah’.

Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum sebagai rangkaian pengukuhan pengurus Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (Sultra), di Gedung Islamic Center Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu, 15 November 2017.

Mengolah adalah istilah tren zaman now yang disematkan kepada mereka yang berpikir pragmatis dengan menjual nama lembaga untuk kepentingan kelompok bahkan kepentingan pribadi.

-Advertisement-

Bagi Faisal, Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah merupakan lembaga yang di dalamnya berkumpul kader-kader pemuda harapan bangsa yang memiliki integritas tinggi dalam memperjuangkan kaum lemah.

“Jangan setelah dilantik, langsung kontak-kontakan dengan calon gubernur untuk kepentingan politik. Itu bukan kita. Satgas Advokasi ini bukan afiliasi dari parpol tertentu. Bukan underbow dari lembaga atau institusi  manapun. Dia hadir untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, untuk beramar ma’ruf nahi munkar,” tekan Faisal.

Faisal terus menekankan bahwa Satgas Advokasi dalam menjalankan tugasnya membantu kaum Musthadh’afin dengan spirit Al Maun. Selain itu, membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang.

Menurut Faisal, Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah bukan hanya melakukan pendampingan dalam masalah hukum dan sosial bagi kaum lemah, tapi juga menjadi lembaga riset, kajian, pemberdayaan, dan edukasi.

Oleh karena itu, Faisal berpesan agar Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sultra dapat menjaga muruah (marwah) lembaga dengan tetap menjaga independensi dan integritas.

“Jangan malu-maluin. Bila perlu, kakanda Alasman, kakanda Arifuddin Bakrie, dapat menjadikan Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara ini sebagai contoh bagi Satgas daerah lain,” harap Faisal disambut aplaus peserta yang hadir.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sultra, Arifuddin Bakrie, dalam sambutannya, mengatakan, Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sultra menjadi alat perjuangan baru bagi pemuda dalam membantu kaum papa.

Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sultra ini, mengatakan, di Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah Sultra diisi oleh pemuda-pemudi yang berlatar belakang pendidikan dan profesi berbeda-beda.

“Tugas mulia ini bukan semata mereka yang bergelar sarjana hukum atau para advokat, melainkan tugas bersama tanpa melihat latar belakang pendidikan. Mereka akan berkolaborasi dalam mengkaji dan mencari solusi terhadap setiap persoalan yang ada,” katanya.

Pastinya, lanjut dia, Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah memiliki tugas membantu kaum mustadafin dalam mendapat akses keadilan sosial dan hukum.

“Ada Trilogi yang harus jadi pedoman Satgas, yaitu, merawat nalar keadilan dan ahlak hukum, membela kaum mustadafin tanpa kenal lelah dan tegakkan amar maruf nahi munkar,” tandasnya.

Arifuddin mengapresiasi gerak cepat Satgas Advokasi di tingkat pusat yang baru-baru ini melakukan advokasi terhadap petani Karawang yang tanahnya digusur dan diambil paksa oleh pihak perusahaan.

“Semoga semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh Satgas Advokasi pusat dapat menular di daerah, khususnya di Sultra,” harapnya.

Penulis: Jumaddin Arif

 

Facebook Comments