
Group Band Anoa Island saat menggelar konferensi pers
Kendari, Inilahsultra.com – Anak muda Kota Kendari tak ingin ketinggalan zaman. Namun bukan berarti berbau negatif.
Maksud dari tak ketinggalan zaman itu, berupa terobosan positif dalam mengembangkan lagu daerah. Yah, itu lah yang dilakukan group Band bernama Anoa Island.
Tentu, terobosan kawula muda bumi Anoa ini patut diacungi jempol.
Bagi Group Band Anoa Island, lagu daerah bukan hal yang kuno. Bisa menjadi aliran music baru bila disajikan lebih moderen. Walau lagu diaransemen, esensi budaya dan Bahasa Tolaki tidak akan dihilangkan.
Setidaknya, ada empat lagu khas Tolaki yang sudah diaransemen oleh Anoa Island. Yakni, Wulele Sanggula, Mombakani, Molulo dan Peia Tawa-Tawa.
Keempat lagu ini disatukan dalam satu album yang nantinya akan didendangkan dalam launcing pada 25 November 2017 mendatang di Area MTQ Square Kendari, tepatnya depan Museum Kendari.
Produser Anoa Island, Arya Yudha menjelaskan, di era moderen ini, masih sedikit pemusik yang kurang mengembangkan lagu lokal. Terlebih mengaransemen.
Untuk itu, beberapa lagu yang menjadi penyejuk telinga di zamannya, akan kembali digaungkan dengan gaya lebih moderen.
“Kita akan kembali eksiskan lagu itu dengan sedikit aransemen. Tapi maknanya tidak berubah,” ungkap Arya, dalam konferensi pers, Selasa 21 November 2017.
Beberapa lagu yang menjadi pilihan mereka itu terlebih dulu diminta pandangan dari petuah Lembaga Adat Tolaki (LAT).
Setelah melalui persetujuan Ketua LAT, Masyhur Masie Abunawas, lagu itu baru bisa diaransemen.
Arya menyebut, album ini merupakan pertama yang mereka munculkan. Ke depan, mereka akan merilis album kedua yang juga bercorak budaya di Sultra.
“Album ke depan nantinya, kita pastikan tidak akan kalah menarik dengan album yang akan kami launcing nanti,” katanya.
Dia menuturkan, persembahan lagu daerah dengan brand moderen ini merupakan salah satu sumbangsi mereka dalam mempertahankan identitas daerah yang beragam suku.
Diharapkan, lagu yang sudah diaransemen ini akan lebih cocok dengan telinga dan karakter generasi zaman now.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




