Tuntut Kasek Diganti, Siswa SMK 2 Pasarwajo Demo

Siswa SMK 2 Pasarwajo saat melakukan aksi protes, Senin, 27 November 2017.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Ratusan siswa SMK 2 Pasarwajo Kabupaten Buton melakukan aksi unjuk rasa, Senin, 27 November 2017. Mereka melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap kepala sekolah (Kasek) mereka yang dianggap tidak becus dalam memimpin.

Seluruh siswa melakukan mogok belajar dan meminta kepala sekolahnya dicopot. Hal itu merupakan bentuk kekecewaan siswa karena selama ini merasa hak-haknya diabaikan pihak sekolah.

Ketua OSIS SMK 2 Pasarwajo Resky Ananta menerangkan, demo dilakukan agar pihak sekolah ataupun pemerintah daerah mau memperhatikan keluhan mereka.

-Advertisement-

“Sudah dua tahun sekolah kami menurun prestasinya. Kepala sekolah memimpin dengan mengabaikan hak kami,” ujarnya.

Menurut siswa, fasilitas sekolah terutama komputer sangat minim. Apalagi, sebagai sekolah kejuruan, harusnya mereka lebih aktif dalam praktek ketimbang teori.

Selain fasilitas, mereka juga menuntut kepala sekolah Dra. Wa Pipe diganti karena dinilai malas berkantor. Dua bulan terkahir, kehadirannya bisa dihitung dengan jari.

“Kadang seminggu hanya sekali ke sekolah. Alasannya tugas dinas,” keluh siswa.

Bukan hanya itu, ratusan siswa juga menuntut transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab menurut mereka, banyak fasilitas belajar yang tidak memadai, seperti ketersediaan papan tulis yang memprihatinkan dan juga kondisi ruang belajar yang tidak layak lagi.

“Kami minta diganti saja kepala sekolah,” tegasnya.

Usai berdemo di sekolah, perwakilan siswa menuju kantor Dinas Pendidikan Buton untuk menyampaikan keluhannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Buton La Ode Fasikin menjelaskan, tuntutan para siswa akan segera dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sultra. Sebab kewenangan SMA dan sederajat sudah dibawah naungan provinsi.

Hanya saja, mengenai keluhan siswa, Fasikin membenarkan jika sekolah mestinya harus kreatif, bukan terpaku pada keterbatasan sarana komputer.

“Apalagi SMK itu jelas aturannya, 70 persen praktek, 30 persen teori. Khusus kasus ini, nanti akan dievaluasi segera,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK 2 Pasarwajo Dra. Wa Pipe mengaku siap jika harus dicopot. Hanya saja menurut dia, tudingan para siswa tidak benar, bahkan cenderung ditunggangi oleh oknum tertentu.

Mengenai tudingan dirinya malas, ia berkilah jika dua bulan terakhir ada pelatihan di Kendari. Selama kesibukkan itu, ia sudah memerintahkan wakil kepala sekolah untuk menjalankan tugas pokok.

“Soal komputer, kami malah hanya dijanji oleh kabupaten. Mau beli pakai dana BOS, sangat terbatas. Tetapi saya menduga ini ada yang tunggangi, niatnya mau melengserkan saya. Soal itu, saya tidak masalah diganti, tetapi saya menyayangkan jika sebabnya hanya karena ini,” pungkasnya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Facebook Comments