
Kendari, Inilahsultra.com – Ketua Kerukunan Waria Sulawesi Tenggara (KWST) Aldo Veronika merasa tersinggung dengan tuduhan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sultra terkait kegiatan mereka telah menodai ideologi negara.
Aldo mengaku, kegiatan yang dilaksanakan di gedung KONI Kendari pada 1 Desember lalu itu bukan bertujuan untuk merusak tatanan masyarakat terlebih merusak ideologi bangsa.
Untuk itu, dia pun tidak setuju dengan pandangan dari ICMI tersebut.
“Kami tidak setuju dikatakan begitu. Kenapa baru sekarang, dari 25 tahun lalu ada dan waria berjalan dalam koridor,” ungkap Aldo, Selasa 12 Desember 2017.
Menurut Aldo, peran waria di Sultra sudah cukup besar dalam membantu pemerintah di bidang kesehatan.
Salah satu kegiatan yang digelar di KONI kemarin merupakan wujud peran mereka dalam mensosialisasikan bahaya penyakit HIV AIDS.
“Kemarin bukan hanya untuk waria saja tapi dirangkaikan hari AIDS se-dunia,” ujarnya.
Dia menyebut, waria juga manusia dan kelompok masyarakat yang punya hak mendapatkan perlindungan hukum dan pekerjaan.
“Saya dan teman-teman bertanya mengapa ICMI mengatakan kontes waria kemarin menodai ideologi bangsa. Dari mana dinilai itu, dimana menodai ideologi?,” tantang Aldo.
Aldo mengatakan, pihaknya siap berdialog dengan ICMI. Mereka juga ingin mendengarkan pandangan ICMI terhadap komunitas mereka.
“Kami Inginkan mereka carikan solusi. Tapi, saya tidak setuju manusia hakimi manusia. Ada yang lebih menghakimi, yang di atas,” tekannya.
ICMI menilai, aktivitas waria ini bertentangan dengan ajaran agama. Namun, Aldo menyebut, tidak ada yang perlu disalahkan terhadap kodrat Tuhan.
“Siapa yang mau disalahkan, tidak ada yang mau menginginkan tidak baik. Kontes waria itu kontribusi untuk daerah dalam penanggulangan HIV/AIDS. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan teman lain,” terangnya.
Dia juga anggap pernyataan ICMI di media telah merusak nama waria itu sendiri.
“Kalau berpikir, waria sudah cukup sakit karena pengucilan orang tidak bertanggung jawab. Manusia tidak ingin lahir tidak sempurna. Tuhan sudah memberika ini. Tidak ada yang sempurna di dunia inj,” pungkasnya.
Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif




