Asrun saat penandatanganan pakta integritas oleh DPP PAN
Kendari, Inilahsultra.com – Bakal Calon Gubernur Sultra Asrun membantah bila mengumpulkan banyak partai pengusung atas kerjanya sendiri.
Dia mengaku tidak sendiri. Pasangan Asrun-Hugua ini didukung oleh seluruh petinggi partai termasuk di DPP Partai Amanat Nasional (PAN).
Ditemui usai penandatanganan pakta integritas dukungab kepada Asrun-Hugua beberapa waktu lalu, Asrun mengaku ada barter politik di level nasional sehingga dirinya banyak mendapatkan dukungan partai.
Saya tidak jalan sendiri saya jalan dengan ketum (ketua umum) saya yang lakukan negoasisasi dengan teman-teman partai lain,” ungkap Asrun, Jumat 15 Desember 2017.

Asrun menyebut, tujuh partai yang mampu diamankan buah dari koordinasi tingkat tinggi elit politik di pusat.
“Saya tidak punya kekuatan juga untuk jalan sendiri. Tentu saja dari kita tidak boleh lepas dan kita mulai bangun hubungan di bawah dan di pusat supporting kita,” ujarnya.
Dia mengklaim, di pusat tidak hanya butuh “diamankan” dengan pundi-pundi, melainkan perlu didorong komitmem politik.
“Yang perlu ditahu kayaknya bukan hanya uang di sana. Cukup dengan barter partai di pusat,” jelasnya.
Barter politik yang dimaksud Asrun adalah komunikasi saling mencukupkan kursi di pilkada serentak. Misal, di Pilkada Jawa Barat, PAN mau berkoalisi dengan Gerindra asalkan mengusung calon yang diusung Gerindra.
“Sama juga di Pontianak, Hanura masih kurang kursinya sehingga mau berkoalisi dengan PAN untuk saling mencukupkan pintu,” paparnya.
Asrun menyebut, hanya dengan pintu PAN dirinya sudah bisa mendaftar di KPU. Namun, untuk menambah kekuatan tim, dia membutuhkan koalisi partai.
“Saya hanya minta tambahan dukungan saja. Kan rata-rata tidak cukup satu pintu,” pungkasnya.
Setidaknya, Asrun-Hugua sudah bisa mengamankan lima partai yakni PAN, PDIP, Hanura, PPP, dan PKS. Sedangkan dua partai lainnya, PKB dan Gerindra dipastikannya sudah final tinggal menunggu ditandatangani oleh Ketua umum masing-masing.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




