
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Nenek Saleha (70) yang hidup sebatangkara di Desa Siontapina Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton kini sudah bisa menempati rumah semi permanen yang dibangun Polres Buton.
Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIK mengatakan, rehabilitasi rumah tinggal nenek Saleha sebagai bentuk kepedulian jajaran Polres Buton bersama Komunitas Kambuse, PPK, PPL Pasarwajo dan masyarakat.
“Terima kasih kepada Komunitas Kambuse, PPK PPL yang sudah membantu sesama dan turut andil dalam membantu kegiatan ini (rehabilitasi rumah), yang penting Ibu Saleha atau Mbo Mat sudah dapat rumah layak huni,” ujar Andi, Senin 15 Januari 2018.
Andi mengakui, bantuan yang diberikan terlambat karena kondisi cuaca. Sehingga rehabilitasi rumah baru bisa diselesaikan. Namun Polres Buton memiliki komitmen kuat menyelesaikan rumah itu karena ada kaitanya dengan program Polres Buton Peduli Sesama.
“Sebenarnya kegiatan ini murni hanya untuk membantu sesama. Kami mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk sama-sama peduli kepada yang membutuhkan dan Alhamdulillah terlaksana,” katanya.
Andi memambahkan, sengaja mempublikasikan kondisi Nenek Saleha ke media agar keluarganya bisa mengetahui. Selama ini, dia tinggal seorang diri dalam gubuk yang sangat memprihatinkan. Apalagi ketika ditemukan kondisinya sakit-sakitan.
“Semoga keluarganya yang masih hidup bisa bertemu kembali,” tuturnya.
Nenek Saleha awalnya ditemukan saat peringatan Hari Ibu 22 Desember 2017. Ketika itu Bhayangkari Polres Buton menggelar kegiatan pemberian bantuan sembako kepada yang membutuhkan. Mendengar kondisi Nenek Saleha yang hidup sebatangkara dan sakit-sakitan, sehingga Polres Buton merujuk ke Rumah Sakita Umum Daerah (RSUD) Buton.
“Untuk bantuan ini mendapat anggaran dari partisipasi masyarakat dengan menggalang dana. Polres Buton kemudian membangun rumah ini,” katanya.
Andi berpesan, kepada seluruh masyarakat Siontapina agar memperhatikan Nenek Saleha. Jika suatu saat dia meminta bantuan agar disampaikan ke Polres Buton.
“Saya hanya berpikir, seandainya nanti saya tua seperti ini. Saya titip Mbo Mat, tolong dilihat-lihat agar dia tidak merasa sendiri, masih yang bantu,” ujarnya.
Kades Siontapina La Nelo menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak sehingga rehabilitasi rumah Nenek Saleha bisa terlaksana.
“Terima kasih kepada Bhabinkamtibmas, Kapolsek dan semua pihak yang sudah berpanas-panas hingga kegiatan terlaksana dan sukses,” ujarnya.
La Nelo menambahakan, Nenek Saleha akan mendapat bantuan dari Notaris Pusat dengan memberi biaya hidup setiap bulan. Meskipun belum diketahui berapa jumlahnya.
“Dari desa kami juga sudah menggratiskan raskin (beras miskin) dan tetap akan memperhatikan Mbo Mat kedepannya,” urainya.
Bangunan rumah Nenek Saleha berukuran 4×6 meter dibagi dalam empat ruang. Satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan WC. Didalam rumah sudah ada TV, tempat tidur dan bahan makanan.
Reporter: Nia
Editor: Din




