
Kendari, Inilahsultra.com – Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menegaskan dalam proses perekrutan penyuluh agama dilakukan secara profesional.
Tak ada permainan dari oknum tertentu dalam perekrutan tenaga penyuluh agama diingkup Kemenag Kota Kendari.
Demikian diungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Kendari Sunardin saat ditemui di kantornya, Senin, 12 Februari 2018.
Pernyataan Sunardin tersebut menyusul adanya isu atau tuduhan kalau pihaknya melakukan permainan dalam merekrut dan mengganti penyuluh agama.
Menurut Sunardin, kalau ada pergantian penyuluh agama, itu sudah menjadi bahan evaluasi dalam perbaikan penyuluh agama tiap tahun.
“Pergantian itu sudah menjadi evaluasi tiap tahun kepada penyuluh agama. Ini sudah lama diberlakukan oleh Kementerian Agama,” katanya.
Dalam tiap tahun itu ada evaluasi kinerja dari penyuluh-penyuluh agama yang telah di tetapkan dari Kementerian Agama.
Dijelaskannya, walaupun ada penyuluh yang sudah lama bekerja, tetapi dalam evaluasi tahunan sudah tidak lagi memenuhi persyaratan. Maka sudah jelas tidak akan masuk menjadi penyuluh agama.
“Kalau memang itu terbukti dalam proses perbaikan atau evaluasi saat ini yang dilakukan bahwa yang bersangkutan tidak pintar membaca al-quran dengan baik dan ada yang memiliki kemampuan diatasnya. maka yang bersangkutan tidak bisa menjadi penyulu agama. Karena ini sudah menjadi bahan perbaikan tahunan,” jelasnya.
Mantan Kasi penyelenggara Haji dan Umroh ini menguraikan, sebagai salah satu persyaratan seorang penyuluh agama itu harus paham, punya pengetahuan dan yang paling utama harus mampu membaca al-quran dengan baik dan benar.
Selain itu, bisa cerama agama dan bisa menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat. Kemudian harus punya binaan dimasyarakat seperti TPQ, majelis talim, remaja mesjid yang ada di lingkungannya.
Setiap penyuluh agama, sambung dia harus mempunyai laporan pertangung jawaban dari pekerjaan yang sudah di kerjakan. Jadi penyuluh agama itu bukan untuk di kantor.
“Seperti datang di kantor membuka pintu, membabat rumput dan bukan untuk disuru beli ini, beli itu di kantor,” tegasnya.
Sunardin memastikan, tidak ada tembang pilih dalam perekrutan penyuluh. Ia mengandaikan, ada saudaranya ataupun keluarganya yang ikut seleksi, maka dirinya memastikan tak akan mengistimewakan.
“Walaupun ada saudaraku ataupun keluargaku yang ikut proses seleksi penyulu agama ini, kalau tidak memenuhi persyaratan saya tidak kasi lolos. Dan kalau yang sudah ada SK nya tapi dalam perbaikan tahunan itu ditemukan tidak pintar membaca Al-Quran dengan baik kita akan carikan penggantinya yang layak,” ujarnya.
Sebagai pembina kepegawaian, Sunardin bertanggung jawab penuh apa yang terjadi mulai dari tingkat Kemenag, Madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan penyuluh agama honorer dibawanya untuk melakukan pembinaan atau evaluasi tahunan.
Reporter : Haerun
Editor : Aso





