
Yogyakarta, Inilahsultra.com – Tim softball Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil merebut juara pertama di Kejuaraan Nasional Softball yang berlangsung di Yogyakarta, 28 Maret 2018 hingga 1 April 2018. Tim Sultra, membantai tim Kalimantan Timur (Kaltim) pada babak final dengan skor 14-5.
Pada pertandingan yang berlangsung, Minggu 1 April 2018, kedua tim bermain hingga 6 inning (babak). Sultra berhasil unggul dengan komposisi pemain yang apik dan lengkap. Sebuah poin home run (pukulan keluar lapangan) berhasil dilesakkan Erviyanto Tri Putra M pada akhir pertandingan.
Awalnya, tim Sultra ketinggalan 0-2 pada inning (babak) 1A. Pada babak ini, Sultra diperkuat pitcher (pelempar) muda, Abriyansah.
Memasuki inning 1B, Sultra kemudian berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 2-2. Dengan pertarungan yang sengit, tim Sultra berhasil menyamakan unggul pada inning kedua dengan skor 5-5.
Selanjutnya, hingga babak keenam, Sultra terus menambah perolehan poin hingga akhir pertandingan. Masuknya mantan pitcher nasional asal Sultra, Syaiful Nurdin, Tim Kaltim tidak mampu membalas satupun poin tambahan hingga babak keenam.
“Ini kemenangan yang bagus buat tim, Sultra pantas menang karena memang diisi oleh sejumlah pesoftball yang ikut membela tim nasional pada kejuaraan Asia April mendatang di Jakarta,” ujar Ketua Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sultra, Pahri Yamsul, Minggu 1 April 2018.
Pada babak final Kejuaraan Nasional Softball di Yogyakarta, menjadi pertarungan yang berat bagi tim Kaltim. Pada hari yang sama, Kaltim harus bersusah payah terlebih dahulu mengalahkan Jawa Barat untuk melawan Sultra.
Selain itu, tim Sultra juga diisi oleh 7 orang pemain timnas yang akan membela Indonesia di ajang piala Asia pada 28 April. Ketujuhnya yakni, Abriyansah, Erviyanto Tri Putra, Malikul Mulki Kentanadaku, Lucky Fidel, Rahman Yakin, Aditya Pratama dan Heriyanto Badila.
Sementara, Kaltim hanya diperkuat 2 orang pemain timnas yang ikut membela Indonesia di piala Asia mendatang. Keduanya yakni, Feriyanto dan Hermansyah.
“Secara komposisi, tim Sultra lebih baik. Kami berharap, susunan pemain Sultra di timnas bisa maksimal membela Indonesia pada piala Asia mendatang,” ujar Pahri Yamsul.
Kejurnas Softball yang berlangsung di Yogyakarta, merupakan kejurnas terbesar usai perhelatan PON XIX 2016 Jawa Barat. Khusus olahraga softball, kejurnas angtar propinsi menjadi sesuatu yang langka.
Kebanyakan, utusan tim dari sejumlah propinsi bertemu pada kejuaraan antar klub. Pada momen itu, bukan saja pesoftball nasional yang ikut serta, namun klub sering memakai kekuatan pemain asing.
Sehingga, pesoftbal nasional agak kesulitan mengukur kemampuan dan skill. Sebab, tak jarang dalam setiap laga, pemain asing lebih menonjol dibanding pesoftbal lokal.
“Kita harap, ajang ini membuat tim softball setiap propinsi mampu mengukur kekuatan masing-masing. Untuk PON kedepan harus sudah mengukur kekuatan memang dari sekarang,” kata Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi, Ripuji, Minggu 1 April 2018.
Reporter: Ahmad
Editor: Din




