
Suwandi Andi
Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra turut prihatin dengan adanya isu makelar dalam seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Sultra.
Anggota Komisi I DPRD Sultra Suwandi Andi menegaskan, makelar ini harus diusut tuntas. Sebab, bisa merusak tatanan demokrasi dan proses seleksi KPU yang tengah berlangsung.
“Saya kira perlu diberantas. Di saat bangsa kita sedang bersih-bersih, kok ada dugaan makelar dalam seleksi KPU,” ungkap Suwandi, beberapa waktu lalu.
Suwandi mengaku mempercayai kinerja timsel. Namun, bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Timsel harus terus diingatkan agar tidak terpengaruh dengan makelar dan kepentingan kelompok tertentu dalam menentukan komisioner yang kredibel.
“Saya percaya Ali Marhadi. Saya percaya Hidayatullah. Mereka itu teruji dan punya kapsitas dalam memonitor seleksi untuk bisa dipertanggungjawabkan,” bebernya.
Menurut dia, peran makelar ini bisa mengorbankan peserta yang memiliki kapasitas. Terlebih, timsel yang gampang terpengaruh dengan iming-iming makelar.
“Kami juga harap timsel dan peserta lebih profesional . Jangan membawa kepentingan kelompok dalam persoalan KPU ini. Sebab, mereka akan menyelenggarakan pesta demokrasi pada 2019 dengan beragam partai politik,” ujarnya.
Ia melanjutkan, dalam menghadapi stuasi politik tahun ini, dibutuhkan penyelenggara yang terjamin integritas, kapasitas dan pengetahuannya.
Bila sudah ada peserta yang lolos dan tidak memiliki kaulifikasi tersebut, maka bisa dikhawatirkan, perjalanan demokrasi bisa dibajak kepentingan tertentu.
“Saya sarankan agar timsel memberantas makelar itu. Hindari makelar ini. Jangan ada ruang untuk bisa bermain dalam wilayah itu. Timsel harus profesional dan obyektif ,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




