
Kendari, Inilahsultra.com – Komandan Korem (Dandrem) 143/Haluoleo Dedi Nurhardiman, SIP membuka langsung latihan Geladi Posko I Batalyon di Mako Yonif 725 Woroagi, Selasa, 24 April 2018.
Tema latihan yang diangkat dalam geladi posko I ‘Yonif 725/Woroagi Kodam XIV/Hasanudin Melaksanakan Operasi Lawan Insurjen di Wilayah Sulawesi Tenggara dalam rangka menegakan kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’.
Dandrem 143/Ho Dedi Nurhardiman mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan komandan dan staf dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup hal-hal keterpaduan seperti kerjasama dan kordinasi dalam mengambil keputusan, taktik dan teknik, olah yudha, pengintegrasian semua kemampuan satuan, prosedur dan tata cara kerja yang berlaku dalam posko serta kodal operasi.

“Keterpaduan ini akan mingkatkan kemampuan komandan dan staf dalam pengambilan keputusan dan pengendalian dalam operasi,” katanya.
Selain itu, latihan geladi posko untuk meningkatkan kemampuan komandan dan staf sekaligus juga sebagai sarana bagi seorang komandan satuan untuk melihat seberapa jauh penguasaan prosedur, hubungan komandan dan staf yang dimilki oleh Batalyon. Berbekal dari pengetahuan dan penguasaan yang dimiliki staf maka seorang komandan dapat melihat kekurangan yang dimiliki stafnya sehingga kedepan dapat memberikan perhatian yang khusus kepada staf yang dianggap masih kurang.
“Latihan ini penuh rasa tanggung jawab, kembangkan kemampuan unsur komandan dan staf dalam proses perencanaan dan pengendalian dalam pelaksanaan suatu operasi. Apabila satuan mendapat tugas dari komandan atas diharapkan satuan Yonif 725/Woroagi dapat melaksanakan dan menjalankan tugas dengan baik dan sukses,” harapnya.
“Ini merupakan latihan lanjutan dari latihan-latihan sebelumnya yang dilaksanakan secara bertahab, bertingkat dan berlanjut oleh para prajurit TNI,” tambahnya.
Ia meminta kepada penyelenggara dan pelaku geladi serta pendukung geladi, agar memanfaatkan kesempatan latihan ini dengan sebaik-baiknya, gunakan geladi ini sebagai sarana latihan komandan dan staf.
“Saya mengajak para pelaku untuk berbuat yang terbaik untuk negara dan bangsa. Lebih baik mandi keringat dalam latihan dari pada mandi darah dalam penugasan,” tegasnya.
Reporter : Haerun
Editor : Aso




